Kompas.com - 31/05/2019, 14:08 WIB
Ilustrasi menanam pohon. SHUTTERSTOCKIlustrasi menanam pohon.

MANILA, KOMPAS.com - Parlemen Filipina baru saja meloloskan sebuah Rancangan Undang-Undang baru yang akan mewajibkan siswa sekolah di Filipina untuk menanam setidaknya 10 pohon sebagai syarat kelulusan.

Undang-undang tersebut, yang diberi nama "Undang-Undang Warisan Kelulusan untuk Lingkungan" akan diberlakukan kepada siswa mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi.

"Pohon-pohon yang ditanam oleh para siswa yang lulus akan menjadi warisan hidup mereka terhadap lingkungan dan generasi Filipina di masa depan," tulis pernyataan parlemen Filipina awal bulan ini.

Gary Alejano, sebagai salah satu penulis RUU tersebut, mengatakan bahwa anak-anak dan remaja di Filipina harus dapat berkontribusi terhadap lingkungan.

Baca juga: Buruh Ini Kayuh Sepeda Sejauh 100 Kilometer demi Menanam Pohon

"Ada lebih dari 12 juta siswa yang lulus dari sekolah dasar, hampir lima juta lulusan sekolah menengah, dan hampir 500.000 lulusan perguruan tinggi setiap tahun."

"Dengan jumlah tersebut, maka inisiatif ini, jika diterapkan dengan tepat, akan memastikan setidaknya ada 175 juta pohon baru yang ditanam dalam satu tahun. Dan dalam satu generasi, tidak kurang dari 525 miliar pohon akan ditanam di bawah inisiatif ini," kata Alejano.

"Dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 10 persen, maka setidaknya masih akan ada tambahan 252 juta pohon untuk dinikmati generasi di masa depan," tambahnya.

Setelah diloloskan parlemen, maka selanjutnya RUU akan dibawa ke Senat dan jika disetujui, maka pohon-pohon tersebut akan ditanam di lahan hutan, hutan bakau, dan kawasan hutan lindung.

Selain itu juga akan ditanam di tanah leluhur, lahan reservasi sipil dan militer, kemudian di wilayah perkotaan di bawah rencana penghijauan daerah, lokasi tambang nonaktif, serta lahan lain yang cocok.

Baca juga: Australia Akan Tanam Padi Liar, Apa Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.