Pendukung Biksu Radikal "Buddhist bin Laden" Protes Perintah Penangkapan Polisi Myanmar

Kompas.com - 31/05/2019, 09:39 WIB
Ashin Wirathu. Seorang biksu yang dianggap sebagai penghasut. Dia kini diburu polisi setelah berkomentar menghina Aung San Suu Kyi. AFP/Sai Aung MainAshin Wirathu. Seorang biksu yang dianggap sebagai penghasut. Dia kini diburu polisi setelah berkomentar menghina Aung San Suu Kyi.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Ratusan pendukung biksu nasionalis Ashin Wirathu menggelar demonstrasi memprotes perintah penangkapan yang dilayangkan polisi Myanmar.

Dilaansir Channel News Asia Kamis (30/5/2019) ratusan pendukung biksu radikal berjuluk "Buddhist bin Laden" itu menggelar unjuk rasa di pagoda paling suci.

Wirathu dikenal karena retorika kerasnya terhadap Muslim minoritas, namun perintah penangkapannya terjadi sejak dia dianggap menghina Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Polisi Myanmar Buru Biksu Radikal Berjuluk Buddhist bin Laden

Sedikitnya 300 orang berkumpul di luar Pagoda Shwedagon di Yangon. Mereka memprotes pasal penghasutan yang dituduhkan kepada Wirathu, seperti dikutip Reuters.

Salah seorang akticis bernama Win Ko Ko Lat kepada awak media mengatakan, Wirathu hanya mengkritik pemerintah secara terbuka sebagai warga negara.

"Menggunakan pasal upaya menghasut kepadanya adalah perbuatan tidak adil," kecam Win. Perintah penangkapan diterbitkan oleh Pengadilan Yangon pada Selasa (28/5/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi dilaporkan masih belum menetapkan dasar yang tepat berdasarkan pasal "membawa ujaran kebencian atau penghinaan" dalam menyuarakan ketidakpuasan kepada pemerintah.

Dalam pidato terbarunya, Wirathu menuduh pemerintah Suu Kyi melakukan korupsi dan berusaha mengganti konstitusi yang bisa mengurangi otoritas militer.

Selama puluhan tahun, militer menguasai Myanmar hingga terjadi transisi kekuasaan kepada kalangan sipil pada 2011. Wirathu pun menjadi sosok berpengaruh sejak transisi itu.

Biksu itu dilaporkan berada di kota Mandalay. Namun baik polisi maupun para pendukungnya tidak bisa mengetahui di mana sang biksu kini berada.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.