Pemain Tim Sepak Bola Migran Ini Pakai Kaus dengan Nama Kata Hinaan

Kompas.com - 30/05/2019, 16:58 WIB
Tangkapan layar video yang menunjukkan seragam kaus yang dikenakan pemain dari tim sepak bola Alma de Africa saat pertandingan terakhir mereka di liga lokal Andalusia. TWITTER / DIARIO DE JEREZTangkapan layar video yang menunjukkan seragam kaus yang dikenakan pemain dari tim sepak bola Alma de Africa saat pertandingan terakhir mereka di liga lokal Andalusia.

ANDALUSIA, KOMPAS.com - Sebuah tim sepak bola migran di Spanyol memilih cara yang sedikit berbeda untuk menjalani pertandingan terakhir mereka musim ini.

Para pemain dari tim Alma de Africa, yang berarti "Jiwa Afrika", memilih mengenakan seragam dengan nama-nama bernada olok-olokan, seperti "Gorila", "Budak", "Kera", "Negro", dan "Imigran", di bagian belakang kaus mereka.

Hal tersebut dilakukan guna memprotes rasisme yang masih kerap terjadi dalam dunia olahraga, tidak terkecuali sepak bola.

Kata-kata itu biasa diucapkan pemain maupun pendukung tim lawan untuk mengolok-olok tim mereka, juga pemain dari negara Afrika dan atlet-atlet migran.

"Saya bermain dengan kaus bertuliskan kata 'monyet' di punggung saya. Kami melakukannya untuk memberi tahu semua orang bahwa kami bukan penjahat."

Baca juga: Montella Minta Suporter AC Milan Hentikan Hinaan terhadap Pemain

"Bahwa kami juga adalah manusia dan kami tidak mengganggu siapa pun. Kami masih mendengar kata-kata hinaan ini," ujar Eric Josue Amang, pemain bek dan gelandang tim, seperti dikutip surat kabar Spanyol, El Pais.

Tim Alma de Africa tersebut, yang bermain di liga amatir lokal di wilayah Andalusia, Spanyol selatan, memiliki anggota yang berasal dari 12 negara yang berbeda.

Sebagian besar dari mereka adalah imigran dan minoritas orang Spanyol yang ada di tim disebut sebagai "warga asing".

Banyak pemain dari tim itu yang memiliki kisah masa lalu yang sulit. Salah satunya Josue Amang, asal Kamerun, yang tiba di Spanyol pada 2013 setelah melintasi Mediterania dari Maroko.

Dia menerangkan bahwa perjalanan yang dilaluinya telah memberi efek yang mendalam dalam dirinya. Beberapa teman Josue Amang meninggal saat mencoba mencapai Eropa.

"Kami ingin dihormati. Kita sekarang berada di abad ke-21 dan saya tidak mengerti bagaimana penghinaan seperti ini masih kerap terjadi. Kami sudah muak dengan hinaan ini," kata Josue Amang dikutip Newsweek.

Presiden tim, Alejandro Benitez, seorang agen real estat lokal, mengatakan, penghinaan yang dialami para pemainnya bisa datang dari berbagai arah, tetapi yang sering kali terjadi datang dari para pemain tim lawan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X