Jenderal Militer AS Sebut Xi Jinping Telah Ingkar Janji

Kompas.com - 30/05/2019, 15:19 WIB
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018) Kementrian Pertahanan RRCPresiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Salah seorang jenderal AS mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah mengingkari janjinya untuk tidak melakukan militerisasi di kawasan Laut China Selatan.

Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan Pentagon, mengatakan Presiden Xi pada 2016 telah berjanji kepada Presiden Barack Obama untuk tidak melakukan militerisasi di pulau-pulau yang disengketakan di wilayah Laut China Selatan.

"Tetapi yang kita lihat hari ini adalah landasan pacu sepanjang 30 kilometer, gudang penyimpanan amunisi, penyebaran rutin untuk kemampuan pertahanan rudal, penerbangan, dan sebagainya."

"Jelas sekali bahwa mereka telah meninggalkan komitmen itu," kata Jenderal Dunford dalam pembicaraan tentang keamanan dan pertahanan AS di Brooking Institution, Rabu (29/5/2019).

Baca juga: AS Usulkan Sanksi jika China Berperilaku Ilegal di Laut China Selatan

"Laut China Selatan dalam penilaian saya bukan hanya tumpukan batu. Apa yang dipertaruhkan di wilayah itu dan tempat lainnya di mana ada klaim teritorial adalah aturan, hukum, norma, dan standar internasional," tambahnya.

Pernyataan Dunford mengacu pada serangkaian terumbu karang yang direklamasi, diperluas, dan diklaim sebagai wilayah oleh China untuk mengakomodasi pasukan militer dan pesawat berukuran besar.

Jenderal Dunford pun menyerukan agar dilakukan sebuah "aksi kolektif" untuk meminta pertanggungjawaban dari Beijing.

Namun dia menegaskan bahwa tindakan yang diambil bukan aksi militer melainkan lebih kepada kebutuhan untuk menegakkan hukum internasional.

"Saat kita mengabaikan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan, norma, dan standar internasional, maka kita telah menetapkan sebuah standar baru."

"Dan saya tidak menyarankan sebuah tanggapan militer," kata jenderal tinggi AS itu, dikutip AFP.

"Apa yang perlu terjadi adalah tindakan kolektif yang koheren bagi mereka yang melanggar norma dan standar internasional."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X