Kompas.com - 29/05/2019, 20:19 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel telah resmi mencabut larangan menjalin perdagangan dengan Irak, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dan secara teknis sedang berperang.

Menteri Keuangan Israel, Moshe Kahlon, pada Senin (27/5/2019), telah menandatangani arahan resmi yang mengizinkan dilakukannya perdagangan dengan Irak. Demikian dilaporkan surat kabar Israel, Maariv.

Arahan tersebut berseberangan dengan hukum "Perintah Perdagangan dengan Musuh", yang awalnya ditandatangani selama periode Mandat Inggris dan mendefinisikan negara-negara musuh yang terlarang untuk menjalin perdagangan.

Pemerintah Israel mengadopsi hukum tersebut atas pembentukan negara pada 1948 dan sejak saat itu mematuhi batasan-batasannya.

Baca juga: Terjadi Konflik di Gaza, Trump Dukung Israel 100 Persen

Namun arahan Kahlon tersebut tidak mengubah status negara-negara Timur Tengah lainnya yang disebutkan dalam hukum era Mandat, di antaranya Iran, Lebanon, Suriah, dan Yaman.

Ditambahkan surat kabar Maariv, meski adanya hukum di tersebut, namun produk-produk Israel telah sejak lama dijual ke Irak melalui negara-negara proksi, seperti Yordania dan Siprus.

Produk-produk Israel tersebut di antaranya obat-obatan, produk pertanian, hingga kurma, yang banyak ditanam di wilayah permukiman di daerah yang diduduki Israel di Tepi Barat.

Arahan resmi oleh menteri keuangan Israel tersebut tidak turut menyertakan alasan diizinkannya perdagangan dengan Irak.

Inisiatif ini juga telah membuat Israel mampu menjangkau sejumlah negara Teluk, dengan tokoh-tokohnya menghadiri pertemuan publik dengan pejabat Oman, Emirat, dan Bahrain.

Irak dan Israel secara teknis berperang sebagai akibat dari keterlibatan Baghdad dalam Perang 1967 dan Perang 1973, yang keduanya berakhir tanpa kesepakatan damai formal.

Irak juga mengikuti boikot Liga Arab terhadap Israel, yang berdampak kepada kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Baca juga: Menteri Pertahanan Iran Janji Bakal Kalahkan Aliansi AS-Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.