Malaysia Mulai Kirim 3.000 Ton Limbah Plastik Kembali ke Negara Asal

Kompas.com - 29/05/2019, 12:54 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin (tengah) menunjukkan sampel limbah plastik dari Australia yang akan dikirimkan kembali dari Port Klang. AFP / GETTY IMAGES / MOHD RASFANMenteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin (tengah) menunjukkan sampel limbah plastik dari Australia yang akan dikirimkan kembali dari Port Klang.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia menegaskan akan mengirimkan ribuan ton sampah plastik yang telah dibuang secara ilegal ke wilayah mereka, kembali ke negara asal.

Disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, pada Selasa (28/5/2019), pemerintah akan mengirim sekitar 3.000 ton limbah plastik yang ditempatkan dalam kontainer-kontainer yang kini berada di pelabuhan Malaysia, kembali ke negara yang memproduksinya.

Sampah-sampah ilegal dalam 60 kontainer itu termasuk limbah kabel dari Inggris, limbah elektronik dan rumah tangga dari Amerika Utara, Jepang, Arab Saudi, dan China, serta limbah kepingan CD dari Bangladesh, dan limbah karton susu terkontaminasi dari Australia. Demikian dilaporkan Newsweek.

Disampaikan Yeo Bee Yin, sebanyak 10 dari 60 kontainer tersebut akan meninggalkan pantai Malaysia dalam waktu dua pekan.

Baca juga: Di Kedalaman 11 Km, Penjelajah Dasar Laut Temukan Sampah Milik Manusia

"Malaysia tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah dunia," ujarnya pada April lalu, ketika penyelidikan pemerintah Malaysia menemuka bahwa AS, Australia, Inggris, dan Jerman, telah secara ilegal membuang sampah ke negara itu.

"Kami akan mengirim kembali (limbah) ke negara asal," tegas Yeo Bee Yin.

Malaysia telah berada di garis depan "perang" melawan limbah asing sejak tahun lalu, saat Putrajaya menerbitkan undang-undang yang bertujuan menghentikan limbah asing yang terkontaminasi masuk ke pelabuhan.

Menurut The Guardian, Kuala Lumpur sejak itu telah mengembalikan sebanyak lima kontainer sampah ilegal ke Spanyol dan berencana mengirim kembali lebih banyak kontainer limbah ke AS, Inggris, dan juga Australia.

Menurut angka yang dirilis oleh Greenpeace, impor limbah plastik Malaysia mencapai 456.000 ton dalam enam bulan pertama tahun lalu.

Baca juga: Diancam Duterte, Kanada Bakal Ambil Sampah dari Filipina

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Spanyol, dan Perancis tercatat menjadi negara-negara pengekspor sampah terbesar.

Selain Malaysia, Thailand dan Vietnam juga telah memperkenalkan peraturan guna menangkal impor sampah ilegal, saat negara-negara Asia Tenggara lainnya mulai memerangi masalah serupa, yang muncul pertama kali usai China berhenti menerima limbah plastik dari seluruh dunia.

Larangan itu berdampak pada pasar daur ulang karena lebih dari 50 persen total limbah plastik, kertas, dan logam dunia diproses di China pada 2016.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X