Terbang di Atas Laut China Selatan, Pilot Helikopter Australia Diserang Laser

Kompas.com - 29/05/2019, 12:07 WIB
Helikopter MRH-90 milik Angkatan Laut Australia. ABC NEWS / ABIS / TOM GIBSONHelikopter MRH-90 milik Angkatan Laut Australia.

CANBERRA, KOMPAS.com - Helikopter milik Angkatan Laut Australia dilaporkan telah menjadi sasaran serangan laser, saat menjalani misi penerbangan di atas Laut China Selatan.

Sumber-sumber departemen pertahanan mengatakan kepada ABC bahwa helikopter milik Angkatan Laut Australia telah menjadi sasaran serangan laser selama penerbangan malam hari.

Hal tersebut memaksa pilot untuk kembali ke kapal induk guna mendapat pemeriksaan kesehatan. Laporan media tidak merinci mengapa pilot membutuhkan pemeriksaan dan bagaimana tepatnya helikopter tersebut menjadi sasaran.

Insiden tersebut terjadi saat kapal perang Australia tengah menyelesaikan misi keterlibatan regional Pasukan Pertahanan Australia (ADF) bertajuk "Indo-Pacific Endeavaour 2019" yang dijadwalkan selesai pekan ini.


Baca juga: AS Berniat Keluar dari Perjanjian Nuklir, Rusia Siagakan Senjata Laser

Sebelumnya juga terungkap dalam pekan ini, Gugus Tugas Australia yang sedang melakukan perjalanan melintasi perairan Laut China Selatan antara Vietnam dengan Singapura telah diikuti oleh kapal perang China.

Dilansir ABC, para pejabat militer Australia meyakini bahwa serangan laser terhadap helikopter Angkatan Laut itu berasal dari kapal penangkap ikan. Namun belum dapat dikonfirmasi secara resmi apakah kapal itu berbendera China.

Beijing diketahui telah mempertahankan milisi maritimnya di Laut China Selatan, yang terdiri dari kapal penangkap ikan untuk menjalankan misi dengan risiko pertempuran rendah.

Departemen Pertahanan Australia belum memberi komentar terbuka terkait insiden serangan laser. Namun serangan serupa yang melibatkan laser dan militer China juga sempat dilaporkan di Djibouti, di mana AS dan China memiliki pangkalan militer.

Tahun lalu, Washington telah menuding China melakukan serangan laser yang diarahkan ke pesawat AS hingga mengakibatkan dua pilot mereka mengalami cedera ringan.

Menyusul laporan tahun lalu tentang serangkaian serangan laser terhadap pesawat AS di wilayah Samudra Pasifik, Departemen Pertahanan Australia mengeluarkan pernyataan terbuka yang mengecam serangan itu.

Baca juga: Pilot AS Jadi Target Serangan Laser di Laut China Selatan

"Pemerintah Australia akan melihat laporan tentang pesawat militer yang menjadi sasaran laser sebagai perkembangan yang tidak diinginkan dan berpotensi berbahaya," kata juru bicara Departemen Pertahanan Australia kepada ABC, Juli 2018.

Beijing berulang kali membantah terlibat dalam serangan laser terhadap pesawat AS, namun ini menjadi insiden pertama yang dipublikasikan yang menargetkan personel Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X