Kedubes Venezuela di Canberra Dituduh "Ngemplang" Duit Kontrakan

Kompas.com - 29/05/2019, 03:50 WIB
Inilah gedung bekas Kedubes Venezuela di kawasan OMalley di Canberra, Australia. (ABC News/Andrew Kennedy) Inilah gedung bekas Kedubes Venezuela di kawasan OMalley di Canberra, Australia. (ABC News/Andrew Kennedy)

CANBERRA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Venezuela di Australia digugat ke pengadilan di Canberra oleh sebuah keluarga gara-gara urusan sewa properti yang belum dibayarkan bernilai ratusan juta rupiah.

Warga Canberra bernama Rosa yang merupakan pemilik properti mengatakan, Kedubes Venezuela belum membayar sewa kontrak senilai 50.000 dollar Australia (sekitar Rp 500 juta) untuk dua properti di kawasan O'Malley yang sebelumnya digunakan sebagai kedubes.

Dalam berkas perkara yang diajukan ke peradilan Administrasi dan Sipil di Canberra, keluarga tersebut mengatakan Kedutaan Venezuela mulai mengemplang bayaran kontrak dari 2017.

Baca juga: AS Tangguhkan Semua Penerbangan Komersial ke Venezuela

Pada akhirnya mereka mengosongkan gedung tersebut, setelah adanya sengketa.

Pada Oktober 2018, kedubes negara itu menjadi pemberitaan setelah pihak pemilik rumah memarkir kendaraan di depan pintu kedutaan.

Keributan bertambah besar setelah salah seorang atlet ski top Venezuela Cesar Augusto Baena Sierraalta memukul pemilik rumah, dengan mengatakan pria pemilik rumah tersebut tidak menghormati negaranya.

Cesar Augusto Baena Sierraalta telah mengaku bersalah atas perbuatannya, dan dibebaskan dengan peringatan tanpa adanya catatan kriminal.

Dalam persidangan kasus sewa ini, Kedubes Venezuela mendesak agar permintaan bayaran kontrak dari keluarga Rosa dibatalkan. Namun hakim memutuskan sidang akan tetap dilakukan.

"Saya bisa mengerti masalah ini bisa membuat Kedutaan Besar dalam posisi sulit atau bahkan memalukan secara diplomatik, karena harus memberikan kesaksian di pengadilan," kata hakim H Robinson dalam keputusannya.

"Namun alasan ini tidak bisa digunakan untuk menentukan apakah pengadilan harus menyidangkan masalah ini atau tidak," imbuhnya.

Sekarang, Venezuela sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam sejarah negeri itu, dengan tingkat inflasi yang mencapai ribuan persen, utang yang tidak bisa dibayar dan kemiskinan.

Baca juga: Meski Akui Maduro, Meksiko Tetap Beri Perlindungan pada Oposisi Venezuela

Menurut Robinson, situasi saat ini jelas kacau dengan hubungan antarpihak yang terlibat sangat bermusuhan, namun klaim dari keluarga Rosa perlu dipertimbangkan.

Namun dia mengakui, bila pun keputusan nantinya memenangkan keluarga Rosa, masih menjadi pertanyaan besar apakah keputusan itu bisa dilaksanakan.

Kedutaan Besar Venezuela menyatakan pihaknya memiliki kekebalan diplomatik yang diatur menurut Hukum Internasional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X