Kompas.com - 28/05/2019, 20:02 WIB
Ilustrasi polusi udara nicoletaionescuIlustrasi polusi udara

BOBIGNY, KOMPAS.com - Pengadilan Perancis pada Selasa (28/5/2019) memulai persidangan kasus yang diajukan oleh seorang ibu dan putrinya terkait polusi udara.

Ini merupakan kasus hukum pertama di Perancis, di mana warga menuntut negara atas masalah kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara.

Ibu dan anak perempuan itu meminta ganti rugi sebesar 160.000 euro atau sekitar Rp 2,5 miliar dari negara di pengadilan Montreuil di Paris timur.

Baca juga: Ledakan Bom di Lyon, Polisi Perancis Tangkap Mahasiswa asal Aljazair

Mereka berpendapat pihak berwenang tidak bertindak secara efektif dalam mengatasi polusi, khususnya yang berada di Paris pada Desember 2016.

Polusi tersebut diklaim berdampak pada kesehatan mereka, terutama ketika masih tinggal di pinggiran Paris, Saint-Quen, tepat di pinggiran jalur lingkar yang macet.

Jalur tersebut dibuka pada 1973, yang dilalui 1,1 juta pengemudi setiap hari namun menjadi mimpi buruk bagi 100.000 orang yang tinggal di sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ibu dan anak yang tidak disebutkan namanya itu menilai, polusi menyebabkan masalah pernapasan.

Akibatnya, sang ibu yang berusia 52 tahun harus mengambil cuti kerja, sementara putrinya yang berumur 16 tahun menderita penyakit asma.

Sejak peristiwa itu, mereka pindah ke kota Orleans atas saran dokter atas pertimbangan kesehatan.

Pengacara mereka, Francois Lafforgue, mengatakan pemerintah Perancis gagal menerapkan aturan untuk melindungi warga dengan lebih baik.

Tim hukum menilai, pemerintah tidak menggunakan daya untuk bertindak.

Baca juga: Dalam 2 Hari Terakhir, Irak Vonis Mati 4 Anggota ISIS asal Perancis

Pendiri LSM Respire, Sebastien Vray, menyebutkan, ada sekitar 50 orang di seluruh Perancis yang mengambil aksi serupa terhadap pemerintah.

Baik Lafforgue dan Vray mengatakan, kasus ibu dan anak ini yang telah mencapai pengadilan.

Menurut Badan Kesehatan Publik Perancis, polusi udara telah bertanggung jawab bagi kematian dini terhadap 48.000 kematian setiap tahunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.