PBB: Untuk Bertahan Hidup, Warga Korut Harus Suap Pegawai Pemerintah

Kompas.com - 28/05/2019, 17:57 WIB
Gambar tak bertanggal yang dirilis oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 21 September 2017 menunjukkan Pemimpin Kim Jong Un mengunjungi kebun buah di Provinsi Hwanghae Selatan. AFP/KCNA VIA KNSGambar tak bertanggal yang dirilis oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 21 September 2017 menunjukkan Pemimpin Kim Jong Un mengunjungi kebun buah di Provinsi Hwanghae Selatan.

JENEWA, KOMPAS.com - Warga Korea Utara dipaksa untuk membayar uang suap kepada pegawai pemerintah agar dapat bertahan hidup, sementara korupsi merajalela.

Demikian laporan dari kantor hak asasi manusia PBB pada Selasa (27/8/2019).

Laporan itu menyebutkan, para pejabat di seluruh Korea Utara memeras uang dari rakyat yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Perempuan Korea Utara Dijual Sebagai Budak Seks di China

Mereka mengancam akan menahan dan menuntut penduduk yang tidak menuruti perintah, khususnya kepada warga yang bekerja di sektor informal.

Melansir Reuters, sejauh ini belum ada komentar langsung dari Korea Utara, yang telah menerima laporan tersebut beberapa jam sebelum disiarkan kepada publik oleh PBB.

Seperti diketahui, Korea Utara menyalahkan situasi kemanusiaan yang mengerikan di negerinya akibat sanksi dari AS untuk menanggapi program rudal balistiknya sejak 2006.

"Saya khawatir, fokus pada masalah nuklir terus mengalihkan perhatian dari keadaan buruk hak asasi manusia bagi jutaan rakyat Korea Utara," ucap Komisaris Tinggi untuk HAM di PBB, Michelle Bachelet.

"Hak atas makanan, kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, kebebasan bergerak dan kemerdekaan universal, tetapi di Korea Utara, mereka bergantung terutama pada kemampuan individu untuk menyuap pejabat negara," katanya.

Sebanyak empat dari 10 warga Korea Utara, atau 10,1 juta orang, secara kronis mengalami kekurangan pangan. Mereka bahkan menghadapi pemangkasan jatah minimal bantuan akibat panen terburuk dalam satu dekade terakhir.

"Ancaman penangkapan, penahanan, dan penuntutan menjadi sarana ampuh bagi para pejabat negara untuk memeras uang dari warga yang berjuang untuk bertahan hidup," demikian bunyi laporan kantor hak asasi manusia PBB.

Laporan PBB berdasarkan hasil wawancara dari 214 orang Korea Utara yang pergi meninggalkan negara itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X