Kompas.com - 28/05/2019, 05:36 WIB

KOMPAS.com - Presiden Israel Reuven Rivlin mengemukakan bahwa warga Yahudi yang tinggal di Jerman tengah tidak aman setelah mereka dilarang menggunakan kipah.

Pernyataan itu dia ucapkan merespon keterangan pejabat Jerman bahwa anjuran itu muncul menyusul insiden serta serangan anti-Semit yang mengalami peningkatan.

Kemudian kaca depan pesawat Airbus A380 retak dan pecah setelah menerobos badai es ketika melakukan penerbangan dari Guangzhou ke Beijing, China.

Insiden pecahnya kaca A380 dan pernyataan Rivlin bisa Anda baca selengkapnya bersama artikel lainnya dalam kabar populer internasional sepanjang Senin (27/5/2019) hingga Selasa pagi (28/5/2019).

1. Presiden Israel: Warga Yahudi di Jerman Tak Aman
Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan bahwa orang Yahudi tengah tidak aman di Jerman, setelah pemerintah memperingatkan mereka agar tidak mengenakan kipah.

Presiden Rivlin memperingatkan kepada Berlin bahwa larangan tersebut dapat menjadi bentuk menyerah terhadap tindakan anti-Semitisme.

Sebelumnya, komisioner Jerman Felix Klein mengatakan dalam sebuah wawancara agar orang-orang Yahudi di Jerman tidak mengenakan kipah, menyusul peningkatan dalam serangan serta insiden anti-Semit di negara itu.

Rivlin, meski menghargai, menyebut komentar itu "mengejutkan". Mengapa? Anda bsia menemukan jawabannya di sini.

2. Terjang Badai Es, Kaca Depan Pesawat Airbus A380 Retak dan Pecah
Sebuah Airbus A380 milik maskapai China Southern Airlines mengalami kerusakan pada hidung dan kaca depan pesawat setelah menerjang badai es di tengah penerbangan.

Kaca depan pesawat retak akibat benturan es. Namun, pesawat dapat mendarat dengan selamat di Beijing pada Minggu (26/5/2019). Demikian kata maskapai China Southern Airlines dalam pernyataannya.

Seperti apa kronologis insiden itu, Anda bisa membacanya dengan lebih lengkap di tautan ini.

3. Orangtua Kandung Remaja 18 Tahun Ternyata Dibunuh Ayah Angkatnya
Seorang remaja 18 tahun di China dipertemukan kembali oleh keluarganya 17 tahun setelah dia diculik dari rumah, dengan orangtuanya dibunuh.

Pada 2001, sepasang suami istri dengan marga Chen disiksa sampai mati di sebuah pondok yang berlokasi di Shangfengshan, dekat Xinyang, Provinsi Henan.

Polisi yang menangani kasus itu, Chen Congjun, menuturkan saat mereka sampai ke lokasi suasana begitu gelap. "Namun, saya bisa tahu jika ada dua orang yang tewas,' katanya.

Bagaimana anak itu akhirnya bisa ditemukan, silakan Anda simak di sini.

4. Kisah Amanda Tersesat 17 Hari di Hutan, Makan Buah Beri dan Minum Air Sungai
Beberapa waktu lalu, berita mengenai perempuan yang tersesat di hutan selama dua pekan lebih dan ditemukan selamat, memenuhi sejumlah halaman utama media di AS.

Amanda Eller, seorang dokter terapi fisik berusia 35 tahun, ditemukan dalam keadaan kurus karena kekurangan makanan.

Setelah menerima perawatan di rumah sakit, kini dia berbagi kisahnya selama berada di sebuah tempat yang dia tidak ketahui medannya. Seperti apa, bisa Anda baca di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.