Kisah Perjalanan Balon Udara ke Stratosfer untuk Kali Pertama

Kompas.com - 27/05/2019, 17:55 WIB
Auguste Piccard adan Paul Kipferscihi Auguste Piccard adan Paul Kipfer

KOMPAS.com - Terbang menjelajah ke penjuru negeri merupakan hal yang paling diinginkan banyak orang. Selain itu, melihat daratan dari ketinggian juga menjadi hal yang menarik perhatian orang-orang.

Hal ini dilakukan dua warga negara Swiss pada 27 Mei 1931. Dilansir dari Britannica, kedua orang tersebut adalah fisikawan Auguste Piccard dan asistennya Charles Kipfer mencapai stratosfer setinggi 15.971 meter untuk keperluan ilmiah.

Piccard ingin mengamati sinar kosmik dan mendukung teori relativitas Einstein yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun. Ia juga ingin menguji teorinya bahwa sinar-sinar ini berasal dari stratosfer.

Keduanya tercatat sebagai orang pertama yang mengamati kurvatur atau kelengkungan bumi.


Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pilot Perempuan Pertama Terbang dari Inggris ke Australia

Awal merancang balon udara

Auguste Piccard lahir pada 1884 di Basel, Swiss. Ia lulus dari Politeknik Zurich dalam bidang teknik. Saat Perang Dunia I berlangsung, pada 1917, ia menemukan isotop Uranium Actinuran (sekarang disebut Uranium 235).

Karena tergolong jenius, dia diangkat menjadi profesor bidang fisika di Brussel. Keberhasilannya berkaitan dengan uji coba penerbangan balon udara menuju stratosfer.

Dengan bantuan salah satu eksperimen balonnya, ia dapat memberikan bukti eksperimen teori relativitas Albert Einstein.

Ketertarikan dalam dunia balon udara menjadikannya ingin membuat papan alumunium berbentuk bola yang bisa terbang bersama dengan balon tersebut ke udara.

Auguste Piccard dan Paul Kipfer di depan balon udarascihi Auguste Piccard dan Paul Kipfer di depan balon udara

Setelah persiapan dirasa siap, ia akhirnya menerbangkan balon menuju angkasa. Penelitian stratosfer dan sinar kosmik merupakan tujuan utama penerbangannya kali ini.

Keduanya terbang dari Augsburg, Jerman, dan mencapai rekor ketinggian. Baru kali ini, balon udara bisa mencapai ketinggian yang belum pernah dicapai manusia.

Ketika pengamatan selesai, para penjelajah berusaha turun, tetapi tidak berhasil. Ketika tangki oksigen mereka menipis, mereka melayang tanpa tujuan di Jerman, Austria, dan Italia.

Sekitar 17 jam kemudian, mereka sampai di Pegunungan Alpen dan mendarat di daerah tersebut. Walaupun sempat mengalami kendala saat turun, Piccard terus bersemangat untuk terus terbang mencari data-data di angkasa.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama Mencapai Seven Summits, Puncak Tujuh Gunung

Menuju laut dalam

Pada 18 Agustus 1932, Piccard melakukan penerbangannya yang kedua, kali ini bersama Max Cosyns. Dia terbang menggunakan balon setinggi 16.200 meter. Keberhasilan ini melampaui pencapaian sebelumnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X