Kompas.com - 27/05/2019, 16:36 WIB
Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov menunjukkan kebolehannya menggunakan senjata pada 2017. Screengrab from YouTubePresiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhammedov menunjukkan kebolehannya menggunakan senjata pada 2017.

ASHGABAT, KOMPAS.com - Pemuka agama yang berkhotbah di masjid milik pemerintah Turkmenistan biasanya menyelipkan pujian bagi Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov.

Selain itu, mereka juga menyelipkan doa bagi kesehatan kesuksesan sang presiden. Namun dalam bulan suci Ramadhan tahun ini, para imam pendukung melakukan langkah lebih ekstrem.

Baca juga: Polisi Turkmenistan Larang Perempuan Mengemudikan Mobil

Imam di sana meminta kepada umat Islam untuk mengutuk musuh Berdymukhammedov dalam setiap doa Ramadhan. Tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai di bulan suci itu.

Diwartakan Radio Free Europe Minggu (26/5/2019) yang menghadiri shalat di masjid Ashgabat, imam meminta jemaahnya untuk mencintai presiden dan mendoakan yang jelek bagi musuhnya.

"Semoga Tuhan menyelamatkan beliau dari segala nasib buruk. Dan semoga seluruh musuhnya bertekuk lutut di kakinya," kata imam dalam shalat yang berlangsung pada 17 Mei.

Berdasarkan laporan koresponden Radio Free Europe, imam memulai doa dengan memanjatkan penghormatan kepada Berdymukhammedov yang disebut sebagai Arkadag atau Pelindung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Imam menyatakan bahwa segala seluruh prestasi dan kebahagiaan yang diperoleh rakyat Turkmenistan berkat kebijaksanaan Sang Arkadag," ulas koresponden itu.

Setelah itu imam mendoakan Berdymukhammedov semoga Tuhan memberikan kesehatan dan umur panjang, dan diselamatkan dari segala masalah serta kemalangan, dan menghukum musuh dan lawannya.

Seperti institusi lain di Turkmenistan, masjid juga beroperasi di bawah pengawasan ketat. Imam dilantik oleh negara. Sementara khotib juga disetujui otoritas.

Negara yang berlokasi di Asia Tengah itu, baik pejabat maupun masyarakat awam menghindari berbicara kepada media karena takut dengan persekusi.

Baca juga: 350 Surat Kabar di AS Kompak Mengutuk Serangan Trump terhadap Media

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.