Trump: AS Tidak Ingin Ada Ganti Rezim di Iran

Kompas.com - 27/05/2019, 15:07 WIB
Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)
ATHIT PERAWONGMETHAPresiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)

TOKYO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dia tidak ingin ada perubahan pemerintahan di Iran di tengah ketegangan dua negara.

Berbicara dalam kunjungannya di Tokyo, Jepang, Trump berkata Iran mempunyai sosok hebat dan berpotensi menjadi negars besar dengan pemerintahan yang sama.

"Kami tidak ingin ada ganti rezim di Iran. Biar saya perjelas. Yang saya inginkan hanyalah tidak ada senjata nuklir. Saya tak ingin melukai Iran," kata Trump dikutip AFP Senin (27/5/2019).

Baca juga: Trump: Jika Iran Ingin Berunding, Kami Akan Berunding Juga

Pada Jumat pekan lalu (24/5/2019), Washington menyatakan telah mengerahkan 1.500 pasukan ke Timur Tengah untuk menangkal "ancaman kredibel" dari Iran.

Tensi antara Iran dan AS meningkat setelah Trump memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun depan, dan menjatuhkan sanksi.

Presiden ke-45 AS itu kembali melontrkan kritikan terhadap perjanjian 2015 yang disebutnya "kesepakatan mengerikan", dan mengaku siap untuk bernegosiasi ulang.

"Saya kira kami akan membuat kesepakatan," kata suami Melania itu dalam konferensi pers didampingi oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Beberapa jam sebelumnya, Trump menyatakan dia yakin Iran bakal bersedia duduk semeja dengannya. Dia berujar jika Iran ingin berunding, begitu juga dengan AS.

Sebelum Trump menuturkan kalimat yang berusaha mengurangi eskalasi, Iran mengancam bakal menyerang kapal perang AS yang dikerahkan ke Timur Tengah.

Pernyataan yang dibuat oleh penasihat komando militer Iran Jenderal Morteza Qorbani muncul setelah Washington mengirim tiga kepal perusak ke Teluk Persia.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X