Partai Ekstrem Kanan Menguat di Pemilu Uni Eropa

Kompas.com - 27/05/2019, 14:26 WIB
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini tiba untuk menyampaikan konferensi pers setelah pengumuman hasil awal pemilihan parlemen Eropa pada 26 Mei 2019, di markas besar Lega di Milan. (AFP/Miguel Medina)
MIGUEL MEDINAWakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini tiba untuk menyampaikan konferensi pers setelah pengumuman hasil awal pemilihan parlemen Eropa pada 26 Mei 2019, di markas besar Lega di Milan. (AFP/Miguel Medina)


BRUSSEL, KOMPAS.com – Partai berideologi ekstrem kanan atau kanan jauh berjaya di Pemilu Parlemen Uni Eropa (UE) yang diselenggarakan di Pan Eropa mulai dari Kamis (22/5/2019) hingga Minggu (26/5/2019).

Berdasarkan hasil yang dirilis Minggu malam waktu setempat, blok ekstrem kanan yang diwakili oleh Partai Nasionalis serta Partai Kebebasan dan Demokrasi Langsung diproyeksikan akan meraih 115 kursi, meningkat drastis dari 78 kursi di pemilu 2014.

Hasil gemilang yang diraih oleh ekstrem kanan semakin tervalidasi dengan kemenangan di tiga negara besar EU yaitu Italia, Perancis, dan Inggris.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu


Di Italia, partai Lega Nord atau Liga Utara pimpinan Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini memperkokoh cengkeraman kekuasaannya dengan kemenangan meyakinkan.

Partai Liga diproyeksikan memenangkan 33,6 persen suara yang ditranslasikan menjadi 28 kursi, unggul jauh dari partai sayap kiri Partai Demokrat yang hanya meraih 23,5 persen atau 14 kursi.

Sementara itu di Inggris, dua partai tradisional, Partai Konservatif dan Partai Buruh dipermalukan oleh Partai Brexit, partai baru yang berumur 5 bulan.

Dipimpin oleh Nigel Farage, tokoh utama di balik kemenangan kubu Leave di Referendum Keanggotaan Inggris di Uni Eropa, Partai Brexit yang dibentuk sebagai wujud protes terhadap tidak kunjung tercapainya Kesepakatan Brexit menang telak dengan raihan 31,7 persen.

Partai Buruh pimpinan Jeremy Corbyn secara mengejutkan hanya berada di posisi ketiga dengan 14,1 persen di belakang Partai Liberal Demokrat yang memperoleh 18,6 persen.

Partai Konservatif yang dipimpin Perdana Menteri Theresa May meraih hasil terburuk dalam sejarah dengan raihan 8,7 persen yang membuat partai berkuasa ini hanya berada di posisi kelima.

Hasil buruk yang diraih oleh kedua partai tradisional merupakan gambaran frustasinya pemilih Inggris terhadap kegagalan kedua partai mencapai kesepakatan Brexit yang molor dari 29 Maret 2019 menjadi 31 Oktober 2019.

Di Perancis, Presiden Emmanuel Macron yang terkenal dengan visinya yang pro Uni Eropa tidak berdaya menghadapi mantan pesaingnya di pilpres 2017 Marine Le Pen. Partai Le Pen, National Rally unggul tipis 1 persen dengan raihan 23,5 persen dari Partai Macron, La République En Marche.

Hasil total dari seluruh 28 negara anggota Uni Eropa menunjukan merosotnya suara yang diraih dua partai tradisionalis, yang selama ini mendominasi parlemen yaitu blok kanan-tengah Partai Rakyat Eropa (EPP) dan blok kiri-tengah Aliansi Progresif Sosialis dan Demokrat (S&D)

Untuk pertama kalinya kombinasi kursi kedua partai tidak akan mencapai mayoritas 376 kursi dari total 751 kursi di parlemen UE. Kedua partai diproyeksikan hanya meraih 329 kursi, masing-masing 179 kursi untuk EPP dan 150 kursi untuk S&D, anjlok dari 412 kursi di pemilu sebelumnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Politico
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X