Korut Sebut Joe Biden "Dungu" dan "IQ Rendah", Trump: Mungkin Itu Sinyal?

Kompas.com - 27/05/2019, 13:25 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (26/4/2019). AFP / MANDEL NGANPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (26/4/2019).

TOKYO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyikapi kritikan pedas Korea Utara ( Korut) kepada mantan Wakil Presiden Joe Biden pekan lalu.

Melalui kantor berita KCNA, Korut mengecam Biden dan menyebutnya sebagai orang sombong yang tidak memiliki kualitas sebagai politisi. Apalagi manusia.

Baca juga: Biden Kritik Kim Jong Un, Begini Balasan Keras Media Pemerintah Korut

Dilansir Newsweek Minggu (26/5/2019), Pyongyang menyatakan wakil Presiden Barack Obama itu merupakan sosok yang " dungu" sekaligus "orang bodoh ber-IQ rendah".


Dalam kicauannya di Twitter, Trump yang menyebut Biden "Si Swampman" tersenyum setelah membaca kritikan itu. "Mungkin itu merupakan sinyal bagi saya?" katanya.

Kecaman Pyongyang itu muncul setelah Biden mengkritik kebijakan luar negeri Trump yang merangkul Korut serta Rusia ketika berkampanye untuk Pilpres 2020.

"Apakah kita merupakan sebuah bangsa yang mendukung diktator serta tiran seperti (Pemimpin Korut) Kim Jong Un maupun (Presiden Rusia) Vladimir Putin?" tanyanya.

Hadir dalam Meet the Press Minggu waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders membenarkan Washington dan Pyongyang mempunyai pandangan sama soal Biden.

Sanders mengatakan Trump tidak perlu menerima pandangan dari orang lain. Sebaliknya, dia melontarkan pandangannya tentang lawan politiknya beberapa kali.

"Presiden melihat pemerintahannya bersama Presiden Obama jatuh delapan tahun kemarin. Jadi, saya pikir mereka sepakat soal pandangan terhadap Joe Biden," papar Sanders.

Trump mempunyai sejarah di mana dia sering mengungkapkan sentimen positif ketika rival AS bertindak dengan menentang setiap lawan politiknya.

Saat kampanye 2016, dia pernah meminta peretas Rusia untuk menemukan dan merilis surel kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton yang bisa meningkatkan peluangnya terpilih.

Setelah terpilih, Trump juga beberapa kali menyatakan dia memercayai Putin daripada penyelidik AS buntut dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016.

Baca juga: Trump Sebut China Berharap Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X