Qatar Dapat Undangan dari Saudi untuk Pertemuan Darurat Negara Arab di Mekkah

Kompas.com - 27/05/2019, 12:27 WIB
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. AFP / FETHI BELAIDEmir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar mengaku telah mendapat undangan dari Arab Saudi untuk hadir dalam dua pertemuan puncak darurat negara Arab di Mekkah, pada 30 Mei mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Qatar pada Minggu (26/5/2019), setelah sebelumnya mereka mengatakan belum menerima undangan untuk dua pertemuan tersebut.

"Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah menerima undangan dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz untuk menghadiri pertemuan puncak para penguasa Teluk Arab dan pertemuan yang lebih luas dari para pemimpin Arab," kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan itu disebutkan, sebuah undangan bersama dengan surat telah diteruskan ke Qatar oleh kepala Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Namun tidak dijelaskan apakah Qatar akan menerimanya.


Baca juga: Arab Saudi Tak Ingin Berperang Melawan Iran, tapi...

Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi telah meminta untuk diadakannnya pertemuan darurat GCC dan Liga Arab untuk membahas situasi yang memanas di kawasan Teluk Persia.

Dua pertemuan darurat digelar untuk membahas tentang agresi dan dampak yang mungkin ditimbulkan di kawasan Teluk, menyusul peningkatan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat.

Arab Saudi merencanakan pertemuan darurat setelah terjadinya serangan drone terhadap stasiun pompa minyak serta empat buah kapal tanker yang disabotase di kawasan perairan Uni Emirat Arab.

Riyadh menuding kedua insiden tersebut dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman dan didukung Iran. Tuduhan itu telah dibantah oleh Teheran.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir telah memberlakukan boikot ekonomi dan diplomatik terhadap Qatar sejak Juni 2017 atas tuduhan bahwa Doha mendukung terorisme. Tuduhan tersebut juga telah dibantah oleh Qatar.

Sehingga undangan kepada Qatar bisa menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan antara Doha dengan negara-negara Arab lainnya.

Sementara itu, UEA tidak menyalahkan pihak mana pun atas insiden sabotase kapal tanker minyak di wilayah perairannya dan mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengurangi eskalasi di wilayah Teluk.

UEA mengatakan, situasi kritis saa ini di kawasan itu membutuhkan sikap Arab dan Teluk yang terpadu.

Baca juga: Aksi Sabotase di UEA Bikin Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Rusak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X