Bergabung dengan ISIS, 3 Warga Perancis Dihukum Mati di Irak

Kompas.com - 26/05/2019, 22:29 WIB
Sekelompok pria yang diduga ISIS ikut dalam rombongan warga yang dievakuasi oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari wilayah terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, Senin (4/3/2019). (AFP/BULENT KILIC) Sekelompok pria yang diduga ISIS ikut dalam rombongan warga yang dievakuasi oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari wilayah terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, Senin (4/3/2019). (AFP/BULENT KILIC)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan di Irak menjatuhkan hukuman mati kepada tiga warga Perancis setelah terbukti bergabung bersama Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Ditangkap di Suriah oleh milisi yang didukung AS, Kevin Gonot, Leonard Lopez, dan Salim Machou dibawa ke Irak untuk menjalani persidangan. Seusai vonis, mereka punya 30 hari untuk banding.

Irak menahan ribuan anggota ISIS yang ditangkap di Suriah oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dalam pertempuran untuk melenyapkan "kekhalifahan" ISIS.

Baca juga: Istri Bela Korban ISIS, George Clooney Khawatir dengan Keluarganya

Dilaporkan AFP Minggu (26/5/2019), pada Mei ini pengadilan Irak menyatakan telah menyidang dan memvonis 500 anggota asing ISIS sejak awal tahun lalu.

Pengadilan Irak banyak yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup, dan sebagian lainnya mati. Meski belum ada anggota ISIS yang menjalani eksekusi.

Persidangan itu mendapat kritikan dari aktivis HAM karena penegak hukum Irak sering mengandalkan mendapatkan bukti melalui metode penyiksaan.

Aktivis juga mempertanyakan mengapa terduga anggota ISIS itu tidak disidang saja di wilayah mereka ditangkap, atau dipulangkan ke negara asal mereka.

Gonot dan dua rekannya merupakan salah satu dari 13 warga Perancis yang tertangkap dalam pertempuran di timur Suriah dan diserahkan kepada otoritas Irak Februari lalu.

Satu di antara 13 terduga anggota itu kemudian dilepaskan setelah terungkap dia ke Suriah untuk mendukung etnis minoritas Yazidi yang menjadi target kebrutalan ISIS.

Sisa 12 terduga anggota itu kemudian diadili menggunakan undang-undang kontra-terorisme Irak yang langsung memberi hukuman mati bagi mereka terbukti bergabung dengan ISIS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X