Kompas.com - 26/05/2019, 17:03 WIB

Selama latihan perang itu, kapal selam kelas Ghadir menembakkan rudal jelajah anti-kapal untuk pertama kalinya di tengah momen keteganyan kedua negara.

Suhu panas menghinggapi keduanya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan diri dari perjanjian nuklir pada 2015, atau dikenal dengan JCPOA.

Keputusan yang ditambah dengan pemberian sanksi kepada Irak mendapat kecaman dari banyak negara. Termasuk sekutu AS yang berada di Benua Eropa.

Sementara di internal AS, puluhan pensiunan pejabat militer maupun diplomat menulis surat terbuka kepada Trump yang isinya desakan supaya berunding dengan Iran.

Dalam surat itu, mereka memperingatkan AS tak hanya memperkeruh situasi di Timur Tengah, namun juga memasuki masa perlombaan senjata yang bisa berdampak kepada geopolitik maupun kemanusiaan.

Baca juga: Meski Dibom, Iran Tak Akan Menyerah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.