Sebelum Kedatangan Trump, Jepang Diguncang Gempa

Kompas.com - 25/05/2019, 21:07 WIB
Ilustrasi: Ibu Kota Jepang, Tokyo www.wikimedia.orgIlustrasi: Ibu Kota Jepang, Tokyo

TOKYO, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump yang menjadi tamu kehormatan Jepang telah tiba di Tokyo, Sabtu (25/5/2019).

Dia dijadwalkan bertemu dengan kaisar baru, Naruhito, yang baru mengambil alih takhta pada awal bulan ini.

Namun beberapa jam sebelum kedatangannya, gempa berkekuatan sedang melanda kawasan Jepang timur, menyebabkan gedung-gedung di Tokyo bergetar.

Baca juga: Jadi Tamu Kehormatan Jepang, Trump Bakal Nonton Sumo dan Temui Kaisar


Laporan Reuters menyebutkan, pusat gempa tercatat berada di bagian selatan Chiba, sekitar 60 km tenggara ibu kota.

Chiba merupakan prefektur yang akan dikunjungi Trump ketika dijadwalkan bermain golf pada Minggu (26/5/2019) dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Japan Times melaporkan, gempa 5,1 magnitudo melanda prefektur Chiba pada pukul 15.20 waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)
ATHIT PERAWONGMETHA Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pemerintah membentuk unit darurat di Kantor Perdana Menteri untuk mengumpulkan informasi. Sejauh ini, tidak ada laporan kerusakan besar.

Selain itu, tidak ada peringatan tsunami yang diterbitkan.

Namun seorang perempuan berusia 84 tahun menderita luka setelah jatuh di rumahnya di kota Chiba.

Trump tiba di Tokyo bersama istrinya, Melania. Selain bertemu Kaisar Naruhito dan Abe, pria berusia 72 tahun itu akan menghadiri pertandingan sumo.

Trump diharapkan bisa memberikan piala kepada pemenang laga sumo.

"Dari semua negara di dunia, saya adalah tamu kehormatan di acara terbesar yang telah mereka jalani selama 200 tahun," ucapnya, sebelum berangkat ke Tokyo.

Sementara istri mereka akan menyantap makanan di restoran di Roppongi, Tokyo, dengan menu andalan sirloin sapi seharga 5.184 yen atau Rp 677.000 untuk dua orang.

Baca juga: Ragi Beras, Rahasia Kulit Putih Halus Wanita Jepang

Selain membahas perdagangan, pada Senin (27/5/2019), Trump dan Abe akan membahas program nuklir dan rudal Korea Utara.

Trump juga akan mengunjungi pasukan AS di Jepang, menyoroti aliansi militer antara kedua sekutu di tengah ketegangan yang meningkat dengan Korea Utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X