Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu

Kompas.com - 25/05/2019, 18:26 WIB
Gedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg, Perancis.
AFP/GettyGedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg, Perancis.

Membangun ekonomi 

Pada 1954, enam negara yang tergabung dalam ECSC menandatangani Perjanjian Roma dan membentuk European Economic Community (EEC) atau Masyarakat Ekonomi Eropa.

Tujuan EEC adalah membentuk pasar bersama. Pihak-pihak penandatangan sepakat untuk menghapus bea impor dan berbagai jenis pajak serta regulasi dalam transaksi ekonomi.

Sejak awal negara-negara EEC sudah sepakat untuk membuka diri kepada anggota baru yang ingin bergabung. Pada 1973, bergabunglah Inggris, Irlandia dan Denmark. Kemudian pada 1980-an datang Yunani, Spanyol dan Portugal.

Februari 1986, negara anggota EEC menandatangani kesepakatan baru berdasarkan empat prinsip pergerakan bebas yaitu lalu lintas barang, kapital, jasa dan penduduk.

Dalam perjanjian itu dirinci, prinsip pergerakan bebas tersebut akan diterapkan mulai 1 Januari 1993.

Menjadi Uni Eropa

Dengan berakhirnya perang dingin, berakhir pula konflik antara blok Barat dan blok Timur. Jerman berhasil melaksanakan penyatuan kembali dan Uni Soviet runtuh.

Banyak negara yang sebelumnya berada di bawah federasi Uni Soviet lalu membentuk negara sendiri. EEC kembali mengalami pembaruan dan peluasan besar.

Pada 1 November 1993, negara-negara EEC menyepakati Perjanjian Maastricht untuk membentuk Uni Eropa.

Dalam perjanjian itu disetujui kerja sama dalam bidang peradilan dan kemananan dalam negeri. Selain itu, di Maastricht disepakati juga pembentukan mata uang bersama, Euro.

Pada 1995, Finlandia Austria dan Swedia bergabung dengan Uni Eropa. Setelah perubahan besar terjadi di Eropa Timur, Uni Eropa melakukan pembicaraan keanggotaan dengan negara-negara Eropa Timur yang dulu berada di bawah pengaruh Uni Soviet.

Pada 2004, Uni Eropa melakukan langkah peluasan besar-besaran. Tercatat ada 10 negara baru bergabung dengan persemakmuran itu antara lain, Polandia, Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, Estonia, Latvia dan Lithuania.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X