Mimpi JFK Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Kompas.com - 25/05/2019, 17:06 WIB
Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy berpidato di hadapan Kongres pada Mei 1961 saat mengajukan rencana misi pendaratan ke Bulan. WikipediaPresiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy berpidato di hadapan Kongres pada Mei 1961 saat mengajukan rencana misi pendaratan ke Bulan.

KOMPAS.com - "Space race" atau perlombaan dalam penjelajahan antarika merupakan persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang paling menarik untuk diikuti.

Ketika Uni Soviet berhasil mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa, Amerika Serikat meradang. Mereka ingin secepat mungkin membalasnya dengan melakukan misi baru.

Akhirnya muncul gagasan untuk mendaratkan manusia ke bulan. Langkah ini terbilang ambisius. Apabila berhasil, maka Amerika Serikat akan satu langkah di depan Uni Soviet.

Untuk merealisasikan itu, akhirnya Presiden AS John F Kennedy atau JFK semakin bersemangat melobi Kongres AS. Narasi bahwa AS sebagai negara pembela kebebasan dalam melawan ideologi komunis Uni Soviet pun disuarakan.

"Daratkan pria di Bulan! Kita membela kebebasan!"

Pesan itu terucap dari mulut John F Kennedy di hadapan anggota Konggres pada 25 Mei 1961. Kennedy ingin, rencana ini segera terealisasi dengan baik.

Dilansir dari History, JFK juga mengaitkan perlunya program luar angkasa dalam pertempuran politik dan ekonomi antara demokrasi bebas ala AS melawan komunisme.

Dia mendesak Kongres AS untuk memobilisasi sumber daya keuangan untuk mempercepat laju kemajuan program luar angkasa.

Secara khusus, Kennedy meminta rakyat AS untuk mengeluarkan dana tambahan untuk memenuhi tantangan Rusia dalam misi luar angkasa. Rencana mendaratkan manusia di Bulan merupakan prioritas bagi kepentingan nasional AS.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tiga Astronot AS Mendarat di Bulan

Misi tak selesai

Tak hanya meminta kepada Kongres AS saja, ternyata rencana ini juga telah dibicarakan JDK dalam sidang PBB. Secara tak langsung, Kennedy menginginkan Amerika Serikat bisa mewujudkan cita-citanya untuk proyek pendaratan manusia di Bulan.

Selama ia gencar mengkampanyekan visinya yang ambisius, ia terbunuh ketika berada dalam iring-iringan mobil kepresidenan di Dallas, AS pada 22 November 1963.

Presiden Kennedy terkena tembakan dua kali pada bagian leher dan kepala. JFK kemudian dinyatakan meninggal setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Parkland di Dallas.

Misi yang telah diperjuangkan pada masa Kennedy ternyata tak bisa menjadi kenyataan. Bahkan pada masa kepemimpinan Lyndon B Johnson, misi ini juga belum berhasil.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Presiden AS John F Kennedy pada 55 Tahun Lalu..

Apollo 11 capai bulan

Juli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong.Hulton Archive/Arsip KOMPAS Juli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong.
Momentum bersejarah akhirnya baru tercapai pada 20 Juli 1969. Tiga orang astonot asal Amerika Serikat berhasil menginjakkan kakinya ke bulan.

Ketiga astronot tersebut adalah Neil Armstrong seorang pegawai sipil NASA, Letnan Kolonel (AU) Michael Collins, dan Kolonel (AU) Edwin "Buzz" Aldrin.

Dalam penerbangan tersebut, Armstrong menjadi komandan penerbangan, sementara Collins menjadi pilot pesawat luar angkasa. Buzz Aldrin bertugas sebagai pilot lunar modul yang akan digunakan ketika mendarat di bulan.

Tepat setelah Armstrong memasang bendera Amerika Serikat di bulan, Presiden Nixon menghubungi Armstrong melalui telepon untuk memberi selamat kepadanya atas nama semua orang AS.

Pada 24 Juli 1969, ketiganya tiba di bumi dengan mencebur bersama Apollo 11 di Lautan Pasifik, kira-kira 1.400 km sebelah barat daya Hawai.

Proyek dari Kennedy akhirnya bisa terealisasikan enam tahun setelah kematiannya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Neil Armstrong, Manusia Pertama yang Pijakkan Kaki di Bulan

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X