Napi Sandera Pengunjung Picu Bentrokan dengan Polisi, 25 Orang Tewas

Kompas.com - 25/05/2019, 12:08 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

CARACAS, KOMPAS.com - Kerusuhan terjadi di sebuah penjara di Venezuela dan menewaskan 25 narapidana. Sementara, 20 polisi terluka dalam insiden yang terjadi pada Jumat (24/5/2019).

Melansir dari AFP, bentrokan pecah ketika pasukan khusus polisi (FAES) yang berusaha menyelamatkan pengunjung yang disandera pada hari sebelumnya oleh pemimpin tahanan di penjara Acarigua.

"Pagi ini, pihak berwenang mengirim FAES dan terjadi bentrokan. Para tahanan memiliki senjata, mereka menembak polisi," ujar Calos Nieto, direktur LSM yang membela hak-hak tahanan Una Ventanan a la Libertad.

Baca juga: Angel Falls, Air Terjun Tertinggi Sedunia di Pedalaman Venezuela


Pemimpin napi bernama Wilfredo Ramos menjadi salah satu yang terbunuh. Laporan polisi yang dikutip oleh LSM itu juga menyebutkan, beberapa petugas terluka akibat pecahan peluru dan bahan peledak.

"Total ada 25 tahanan yang tewas dan sekitar 20 polisi terluka," kata Nieto.

Kementerian penjara sejauh ini tidak memberikan komentar terkait peristiwa tersebut, karena penjara kantor polisi tidak berada dalam kendalinya.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang napi, yang diyakini sebagai Ramos, mengacungkan pistol dan granat. Dia terlihat mengancam dua perempuan.

Nieto mengatakan, tahanan menuntut makanan dan dipindahkan ke penjara lain. Dia juga mengecam atas perlakuan dari polisi.

Hingga kini, belum diketahui nasib para korban sandera.

LSM Una Venana a la Libertad menilai, fasilitas penahanan kantor polisi seharusnya hanya menahan napi selama maksimal 48 jam.

Sementara, ada sekitar 500 penjara semacam itu di Venezuela dengan kapasitas maksimal 8.000 orang. Sementara, ada 55.000 yang dibui di sana.

Penjara Acarigua memiliki daya tampung 60 tahanan, tapi ada 500 napi yang menempati sel.

Baca juga: Lagi, Venezuela Jual Cadangan Emas Bank Sentral Senilai Rp 8,2 Triliun

Nieto berpendapat, pusat penahanan sementara ini tidak cocok untuk menahan napi selama lebih dari 48 jam.

Lebih dari 400 orang diyakini telah dibunuh di penjara-penjara Venezuela sejak 2011.

Kelompok HAM menyebut, para napi mengalami kekurangan makanan dan obat-obatan. Sementara pengelolaan penjara jadi lahan korupsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X