May Mundur, Ini 4 Hal soal Pertarungan Merebut Kursi PM Inggris...

Kompas.com - 25/05/2019, 10:11 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah menyampaikan pernyataan di London, Inggris, Jumat (24/5/2019). (REUTERS/Toby Melville)TOBY MELVILLE Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah menyampaikan pernyataan di London, Inggris, Jumat (24/5/2019). (REUTERS/Toby Melville)

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Jumat (24/5/2019) mengumumkan pengunduran dirinya terhitung mulai 7 Juni 2019.

May mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif dan telah menetapkan ajang untuk pertarungan kepemimpinan partainya.

Pemimpin Konservatif yang baru secara resmi akan ditunjuk sebagai perdana menteri oleh Ratu Elizabeth II.

Baca juga: PM Inggris Umumkan Pengunduran Diri

Diwartakan AFP, pemilihan pemimpin Partai Konservatif biasanya dipenuhi dengan tikungan, belokan, dan aksi menusuk dari belakang.

Lalu seperti apa proses penentuan PM Inggris?

Tahap proses

May akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sampai seorang pengganti dipilih. Nominasi untuk calon penerusnya akan ditutup pada pekan yang dimulai pada 10 Juni 2019.

Ada dua tahapan dalam kontes pemilihan PM yang harus diakhiri sebelum liburan musim panas pada 20 Juli 2019.

Tahap pertama, 313 anggota parlemen Konservatif harus menyusutkan jumlah calon menjadi dua orang melalui pemilihan dalam sejumlah babak putaran. Kandidat terbawah akan tereleminasi.

Tahap kedua akan melibatkan puluhan ribu anggota partai akar rumput memilih pemenang dalam pemungutan suara rahasia.

Siapa pun yang menang bakal mengemban tugas yang menjadi salah satu pekerjaan tersulit di Eropa.

May mundur karena terdesak atas penolakan parlemen terhadap kesepakatan Brexit yang disusunnya. Di sisi lain, politik Inggris berada dalam situasi yang berubah-ubah.

Pemimpin baru bakal berpacu melawan waktu untuk mengamankan syarat keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara resmi pada 31 Oktober 2019.

Kontes

Perebutan kursi PM Inggris dimulai sudah ketika calon pesaing membangun koalisi dan beberapa bergabung dalam kampanye berharap mendapat pekerjaan di masa depan.

Halaman:


Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X