Kompas.com - 24/05/2019, 22:32 WIB

SURAT, KOMPAS.com - Kebakaran terjadi di sebuah gedung perguruan tinggi di India, Jumat (24/5/2019). Sedikitnya 15 siswa dilaporkan tewas, akibat luka bakar atau melompat dari gedung.

"Para siswa kehilangan nyawa mereka, baik karena luka bakar atau akibat melompat keluar gedung untuk menyelamatkan diri," kata Deepak Sapthaley, seorang petugas kebakaran, kepada AFP.

Ditambahkan petugas, sebanyak sepuluh siswa tewas karena melompat keluar dari gedung, sementara lima meninggal akibat luka bakar.

"Hingga 20 orang dirawat di rumah sakit," tambah Sapthaley.

Baca juga: Sebabkan Kebakaran Hutan, Dua Pemuda Italia Didenda Rp 427 Miliar

Foto-foto di internet dan media sosial menunjukkan kobaran api yang menyala dan asap hitam mengepul keluar dari gedung yang terbakar.

Sapthaley menambahkan, sebanyak 50 hingga 60 orang berada di dalam institut pelatihan yang ada di lantai atas gedung saat api mulai terlihat. Sementara penyebab munculnya api belum diketahui.

Perdana Menteri Narendra Modi mengungkapkan kesedihannya atas tragedi kebakaran yang terjadi di Surat, India barat, tersebut.

"Sangat sedih atas tragedi kebakaran yang terjadi di Surat," tulis Perdana Menteri Modi di Twitter.

"Pikiran saya bersama dengan keluarga yang berduka. Dan mereka yang terluka semoga dapat segera pulih."

"Telah meminta pemerintah negara bagian Gujarat dan otoritas setempat untuk memberikan semua bantuan yang mungkin kepada mereka yang membutuhkan," tambah Modi.

Pejabat setempat mengatakan bahwa api telah menyebar dengan cepat karena material bangunan yang digunakan untuk atap gedung yang mudah terbakar.

Dikatakan api mulai terlihat pada Jumat sore, ketika kelas-kelas sedang penuh dengan siswa, sebagian besar masih berusia remaja.

Laporan media setempat mengatakan bahwa jumlah korban masih bisa bertambah karena banyak siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Baca juga: Kebakaran Hutan di China, Sudah 24 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.