KILAS

Menlu Retno: Perlindungan Warga Sipil Harus Jadi Fokus Utama Kerja DK PBB

Kompas.com - 24/05/2019, 20:59 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi saat memimpin Sidang Terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata (Protection of Civilians in Armed Conflict) di Markas Besar PBB, New York, AS, Kamis (23/05/2019) Dok. Humas Kementerian Luar Negeri RIMenteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi saat memimpin Sidang Terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata (Protection of Civilians in Armed Conflict) di Markas Besar PBB, New York, AS, Kamis (23/05/2019)


KOMPAS.com
- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi menegaskan, perlindungan warga sipil harus terus menjadi fokus utama kerja Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal itu ia katakan dalam Sidang Terbuka DK PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata (Protection of Civilians in Armed Conflict) di Markas Besar PBB, New York, AS, Kamis (23/05/2019).

Sidang yang dipimpin Menlu RI selaku Presiden DK PBB pada bulan Mei 2019 ini, dihadiri lebih dari 80 negara anggota PBB dan organisasi internasional. Beberapa negara diwakili oleh menteri luar negeri dan pejabat setingkat menteri.

Di kesempatan itu, Menlu RI kembali mengingatkan bahwa DK PBB memiliki mandat dan tanggung jawab kolektif untuk melindungi warga sipil. DK PBB pun punya mandat untuk menjaga serta keselamatan dan keamanan warga sipil harus selalu dikedepankan.

Baca jugaPimpin Pertemuan DK PBB, Menlu Retno Angkat Isu Palestina

Tak lupa, Menlu Retno menegaskan pula komitmen Indonesia untuk terus mendukung dan memperkuat kemitraan internasional terkait pemajuan perlindungan HAM, khususnya bagi warga sipil dalam konflik bersenjata.

Perlu diketahui, selama ini kontribusi Indonesia dalam hal perlindungan HAM tercermin melalui peran aktif RI dalam mendukung isu perlindungan warga sipil di berbagai forum internasional.

Tak hanya itu, kata Retno, Indonesia juga memberi bantuan teknis kepada berbagai negara di bidang infrastruktur dan tata kepemerintahan agar menjadi baik.

Menlu kemudian mencontohkan hal tersebut melalui upaya proaktif Indonesia dalam memberdayakan masyarakat Palestina lewat pendirian rumah sakit untuk warga di Gaza.

Pemberdayaan komunitas

Lebih lanjut Retno menekankan bahwa pemberdayaan komunitas lokal merupakan elemen kunci peningkatan kapasitas negara dalam perlindungan warga sipil.

Ini karena, kata dia, keterlibatan komunitas lokal, termasuk kelompok perempuan dalam merancang dan melaksanakan program perlindungan warga sipil akan lebih efektif buat pencapaian sasaran.

Baca jugaKonsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Terlebih lagi perlindungan warga sipil merupakan isu multidimensional. Oleh karenanya, Menlu RI mendorong tiga (3) hal yang perlu dilakukan dalam menyikapi berbagai tantangan tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X