Pertaruhan Dalam Pemilihan Paruh Waktu Filipina

Kompas.com - 24/05/2019, 20:48 WIB
Gereja Katolik di Filipina telah menyarankan agar tidak memeragakan kembali penyaliban Yesus Kristus. Namun demikian, tradisi ini tetap dijalankan.Dok Tim Ceritalah Gereja Katolik di Filipina telah menyarankan agar tidak memeragakan kembali penyaliban Yesus Kristus. Namun demikian, tradisi ini tetap dijalankan.

SEKILAS terdengar suara seperti palu memukul-mukul paku—suara dari benturan logam tetapi terdengar ringan. 

Seorang pria dengan tubuh terikat pada sebuah salib seukuran badannya, mengernyit kesakitan saat logam menembus telapak tangannya.

Tak ada darah pada tangannya itu. Seorang pria lain berdiri di dekatnya, berpakaian layaknya pasukan Romawi dengan palu di genggamannya.

Bertepatan saat Jumat Agung, Tim Ceritalah sedang berada di Pampanga, sekitar dua jam perjalanan ke Barat Laut Manila, Filipina.

Daerah ini merupakan kawasan pertanian subur yang juga merupakan jantung dari Pulau Luzon.

Bagi umat Nasrani, khususnya umat Katolik, Minggu Suci – ditujukan untuk memperingati wafat dan kebangkitan Yesus Kristus – merupakan perayaan terbesar dalam kalender liturgi gereja.

Baca juga: Hilang Kesabaran, Duterte Bakal Sewa Kapal untuk Kirim Sampah Kanada

Setiap tahunnya, puluhan orang yang menyesal akan dosa-dosanya–di Filipina dikenal dengan ritual Mandarame–menyerahkan dirinya untuk disalibkan. Seringkali mereka melakukan Mandarame sebagai bentuk penepatan janji.

Di tempat lain, kelompok-kelompok Mamalaspas (kaum flagella–orang yang biasa mencambuk dirinya sebagai penebusan dosa) mencambuki dirinya sembari memeragakan kembali adegan-adegan dari Alkitab, sebagai bentuk penebusan dosa.

Ritual-ritual berdarah ini–yang sebetulnya tidak pernah disetujui Gereja Katolik Roma (80 persen penduduk Filipina merupakan penganut Katolik Roma)–menarik perhatian ribuan penonton.

Tetap saja, inilah Filipina. Segala sesuatu yang duniawi tidak pernah jauh dari hal-hal yang suci.

Sang negara republik berkekuatan 108 juta penduduk ini kini dibanjiri oleh poster-poster dan padatnya kegiatan kampanye, beberapa hari sebelum Pemilihan Paruh Waktu Filipina digelar pada 13 Mei 2019.

Sekitar dua ribuan kursi posisi legislatif yang tak terhitung jumlahnya akan diperebutkan. Dari banyaknya kursi tersebut, pertaruhan paling besar berada di perebutan 12 kursi Senat– setengah dari jumlah Senat di Filipina.

Baca juga: Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Walau kedengarannya mungkin biasa saja, namun terdapat pertaruhan yang lebih besar dari yang terlihat di mata publik.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X