Kompas.com - 24/05/2019, 17:33 WIB
|

MUMBAI, KOMPAS.com - Beberapa jam setelah melakukan dua operasi, seorang dokter perempuan berusia 26 tahun, ditemukan tewas gantung diri di sebuah penginapan mahasiswa, Rabu (22/5/2019).

Orangtua korban yang bernama Dr Payal Tadvi itu mendesak dilakukan penyelidikan atas penyebab korban melakukan bunuh diri.

Keluarga korban melaporkan tiga orang dokter di RS BYL Nair, Mumbai yang mereka tuduh telah menyiksa korban hingga akhirnya dia memutuskan bunuh diri.

Baca juga: Politisi Kasta Rendah Terpilih Jadi Presiden India

Polisi pun melakukan penyelidikan dan ketiga dokter yang dilaporkan yaitu Hema Ahuja, Bhakti Mehar, dan Ankita Khandilwal sudah diperiksa.

Meski demikian, polisi belum menahan satu pun tersangka. Demikian kata sepupu korban, Nilesh Tadvi.

"Dia mengatakan kepada kami tentang tiga orang dokter senior yang kerap menyiksa mentalnya, hanya karena dia (korban) berasal dari kasta yang lebih rendah," ujar Nilesh.

Seorang perwakilan dari Asosiasi Dokter Magang Maharashtra (MARD) mengatakan, Payal Tadvi melakukan dua operasi di hari kematiannya.

"Dia tida menunjukkan tanda-tanda stres. Dia langsung masuk kamar usai melakukan operasi. Sekitar tiga jam kemudian tubuhnya ditemukan setelah dia tak membukakan pintu kamarnya," ujar perwakilan MARD.

"Para dokter mencoba melakukan CPR selama 45 menit tetapi tidak berhasil," tambah dia.

Sementara, keluarga korban mengatakan, Tadvi memiliki sebuah grup Whatsapp di mana ketiga dokter senior itu selalu menghinanya dengan "ejekan-ejekan kasta".

Baca juga: Cintai Pria Beda Kasta, Gadis Ini Dibunuh Ayah Kandungnya

"Kami melaporkan pembicaraan di grup Whatsapp itu ke polisi," tambah seorang kerabat Tadvi.

Seorang staf senior RS BYL Nair mengatakan, kasus ini amat mengejutkan karena Tadvi tak pernah melaporkan adanya praktik bully," kata sang staf senior.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.