AS Jerat Pendiri WikiLeaks dengan Tuduhan Pelanggaran UU Spionase

Kompas.com - 24/05/2019, 14:47 WIB
Pendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS) DANIEL LEAL-OLIVASPendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian kehakiman AS pada Kamis (23/5/2019) menjatuhkan tuduhan baru kepada pendiri WikiLeaks Julian Assange terkait pelanggaran Undang-undang Spionase AS karena mempublikasikan dokumen militer dan diplomatik pada 2010.

Kementerian juga menolak klaimnya perihal bahwa dia adalah seorang jurnalis.

Melansir dari kantor berita AFP, Kementerian Kehakiman AS mengenakan 17 tuduhan baru terhadap Assange, termasuk menuduhnya membantu dan bersengkokol dengan Chelsea Manning mencuri dokumen rahasia AS.

Baca juga: Terkait Dugaan Pemerkosaan, Jaksa Swedia Ajukan Penahanan Assange

Kemudian, dia dituding melakukan tindakan sembrono dengan mengekspos dan membahayakan sumber-sumber rahasia di Timur Tengah dan China yang disebutkan dalam dokumen itu.

Sementara, Manning merupakan tentara AS yang dijatuhi hukuman pengadilan militer atas pelanggaran UU Spionase.

Tuduhan kepada Assange yang kini berjumlah 18 seakan membantah klaimnya bahwa dirinya hanyalah seorang jurnalis sederhana yang menerima bocoran materi dari Manning.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tuduhan baru, dia dituduh berkonspirasi dengan Manning untuk mencuri ratusan ribu dokumen rahasia.

Kementerian Kehakiman AS, Assange menolak peringatan Kementerian Luar Negeri AS pada 2010 untuk mereduksi nama-nama sumber rahasa militer AS di Afghanistan, Suriah, irak, Iran, dan China.

Sumber-sumber tersebut termasuk wartawan, pemimpin agama, pembela hak asasoi manusia, dan pembangkang politik.

"Tindakan Assange mengambil risiko bahaya serius bagi keamanan nasional AS unyuk kepentingan kita," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman AS.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X