PM Kanada Minta Maaf karena Memenjara Kepala Suku Cree pada 1885

Kompas.com - 24/05/2019, 11:54 WIB
Kepala Suku Cree atau dikenal dengan Kepala Suku Poundmaker, atau Pihtokahanapiwiyin. (Twitter/Justrin Trudeau) Kepala Suku Cree atau dikenal dengan Kepala Suku Poundmaker, atau Pihtokahanapiwiyin. (Twitter/Justrin Trudeau)

OTTAWA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau selama ini telah menerima kritikan dari sejumlah komunitas suku asli di Amerika Utara.

Pada Kamis (23/5/2019), dia mengambil langkah besar terkait dengan kepala suku Cree yang secara tak adil dipenjara karena pengkhianatan pada 1885.

Trudeau menyampaikan permintaan maaf dan membebaskan segala tuduhan bagi pemimpin suku yang lebih dikenal sebagai Pihtokahanapiwiyin atau Kepala Suku Poundmaker.

Baca juga: Hilang Kesabaran, Duterte Bakal Sewa Kapal untuk Kirim Sampah Kanada

Pihtokahanapiwiyin dituding menjadi salah satu penghasut dalam pemberontakan melawan pemerintah Kanada.

Kini dia dikenal sebagai seorang diplomat dan tokoh pendamai selama masa gejolak dalam sejarah negara itu.

Dalam pidatonya, Trudeau mengatakan apabila pemerintah Kanada ingin bergerak maju dalam hal rekonsiliasi, maka harus mengakui kesalahan masa lalu.

"Kepala Suku Poundmaker sering berbicara agar terus bergerak maju," katanya, seperti dikutip dari CBC News.

Di sisi lain, dia tahu bahwa penghapusan tuduhan dan permintaan maaf tidak cukup untuk mengganti apa yang telah hilang.

Namun, Trudeau berharap pernyataannya menjadi awal yang baru bagi negara itu.

"Pada 2019, kita mengakui kebenaran perkataannya sebagai seorang pemimpin, negarawa, dan pendamai, bahwa dia melakukan segalanya untuk memastikan nyawa tidak hilang sia-sia," ujarnya.

Halaman:


Sumber BBC,CBC News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X