Hari Ini dalam Sejarah: Pilot Perempuan Pertama Terbang dari Inggris ke Australia

Kompas.com - 24/05/2019, 11:12 WIB
Amy JohnsonThe Guardian Amy Johnson


KOMPAS.com - Perkembangan dunia aviasi semakin menarik ketika pilot berlomba-lomba mencapai wilayah tertentu. Biasanya, mereka melakukan penerbangan ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Selain untuk memetakan wilayah penerbangan dan mendapatkan rekor pencapaian, gengsi juga menjadi alasan para pilot. Tak hanya didominasi oleh pilot dari kalangan lelaki saja, perempuan juga ikut berpartisipasi dalam upaya mencetak rekor penerbangan.

Bahaya dan dampak penerbangan tak bisa menjadi alasan bagi perempuan untuk tak mencoba mencetak rekor penerbangan. Perempuan juga memiliki tekad dan ambisi yang sama dalam dunia penerbangan.

Akhirnya pada 89 tahun yang lalu, tepatnya pada 24 Mei 1930, pilot perempuan asal Inggris berhasil mencatatkan namanya dalam rekor penerbangan. Dia berhasil terbang solo dari Inggris menuju Australia.

Dilansir dari The Guardian, pilot perempuan itu adalah Amy Johson. Jarak dari Inggris menuju Australia sejauh 17.702 kilometer ditempuh Amy menggunakan pesawat andalannya yang bernama Jason.

Keberhasilan ini dilakukan selama 19 hari. Tak lama setelah itu, pencapaian ini membuat Amy Johnson menjadi selebritas internasional. Beragam ucapan selamat tertuju atas keberhasilan penerbangan lintas benua ini.

Baca juga: Pionir dan Misi Penerbangan Inspiratif yang Tercatat dalam Sejarah...

Perjalanan Amy Johnson

jalur perjalanan Amy JohnsonThe Guardian jalur perjalanan Amy Johnson
Amy Johson lahir pada 1 Juli 1903 di Hull, Yorkshire, Inggris. Dia adalah anak tertua dari empat bersaudara dalam keluarga pedagang ikan.

Pada 1923, dia mendapatkan gelar ekonomi selama kuliah di Universitas Sheffield. Setelah lulus, ia pindah ke London, bekerja sebagai sekretaris. Ketertarikan dalam penerbangan bermula ketika banyak pilot lelaki mulai menerbangkan pesawat.

Pada 1928, dia mulai ikut sekolah penerbangan di London Airplane Club. Ketertarikan ini menjadi hobi dan membuktikan bahwa perempuan bisa sama kompetennya dengan pria dalam dunia aviasi.

Dilansir dari History, dia mempunyai keinginan untuk bisa terbang sendiri dari Inggris ke Australia. Dia mencoba mendapatkan dukungan finansial dan sponsor ke beberapa pihak.

Namun, tak ada sponsor yang bersedia membantunya. Akhirnya ayahnya bekerja sama dengan pedagang minyak bersedia membantu misi kali ini. Amy mendapatkan bantuan dana dan bisa membeli pesawat de Havilland DH60 Gipsy Moth.

Pesawat itu mendapatkan sentuhan modifikasi untuk bisa terbang jarak jauh. Akhirnya pesawat itu diberikan nama "Jason" sesuai dengan perusahaan milik ayahnya bidang perikanan.

Pada 5 Mei 1930, Amy Johnson dengan Jason berangkat dari Croydon. Dia memacu pesawatnya melewati Aleppo (Suriah), Kolkata (India), Bangkok (Thailand), Singapura, Surabaya, dan sampai di Darwin (Australia).

"Aku berdiri di sini," ucap Amy ketika turun di Darwin disambut oleh kerumuman orang.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X