Pemilu India, Modi Kejutkan Oposisi dengan Kemenangan Besar di Depan Mata

Kompas.com - 23/05/2019, 16:11 WIB
Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA) Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Nerendra Modi meraih kemenangan besar dalam penghitungan suara pemilu pada Kamis (23/5/2019).

Melansir Reuters, data resmi Komisi Pemilihan Umum India menunjukkan Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Modi memimpin 289 kursi dari 542 kursi yang tersedia.

Jumlah itu naik dari 282 kursi yang dia menangkan pada 2014. Untuk menjadi mayoritas di majelis rendah parlemen, sebuah partai harus mengumpulkan perolehan 272 kursi.

Baca juga: Pemimpin Partai Oposisi Sebut Exit Poll Pemilu India Laporan Palsu


Ini kali pertama sejak 1984 bagi sebuah partai secara berturut-turut meraih kursi mayoritas. Oposisi utama BJP, Partai Kongres, tercatat mendapatkan 52 kursi.

Sekutu India, termasuk Sri Lanka dan Israel, memberi selamat kepada Modi.

Sementara suasana optimistis di markas BJP, New Delhi, nampak diramaikan dengan petasan dan sorak sorai ketika saluran TV melaporkan margin suara.

"Ini adalah mandat besar untuk politik positif dan kebijakan Narendra Modi," kata juru bicara BJP, GVL Narasimha Rao.

Keunggulan Modi disambut oleh kenaikan indeks saham utama India, Sensex dan Nifty, yang menembus masing-masing 40.000 dan 12.000 poin untuk pertama kalinya.

"Saatnya untuk transformasi India. Saatnya untuk reformasi mendalam," kicau bankir terkaya India, Uday Kotak.

"Saya memimpikan kita sebagai negara adikuasa global," imbuhnya.

Sementara itu, para pemimpin Partai Kongres diselimuti kemuraman.

"Ini jelas situasi yang tidak menguntungkan kami sama sekali," ujar juru bicara Kongres, Salman Soz.

"Kita harus menunggu hasil lengkapnya, tapi sekarang hasilnya tidka bagus," katanya.

Baca juga: Pemilu India: Mesin Elektronik dan Penghitungan Suara Satu Hari

Melansir AFP, Rahul Gandhi dari Partai Kongres menolak pemilu yang menunjukkan kemenangan Modi.

"Jangan kecewa dengan propaganda jajak pendapat palsu," kicaunya di Twitter pada Rabu (22/5/2019).

Hasil akhir penghitungan suara akan diselesaikan hingga Kamis malam.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X