Kompas.com - 23/05/2019, 15:05 WIB

DELHI, KOMPAS.com - Pemimpin partai oposisi India menolak hasil "exit poll" yang memprediksikan kemenangan untuk perdana menteri Narendra Modi.

Laporan "exit poll" tersebut dirilis awal pekan lalu, sebelum jadwal pengumuman pemenang pemilu India.

Rahul Gandhi, presiden Partai Kongres Nasional India (INC), menolak hasil prediksi "exit poll" dan menyebutnya sebagai laporan palsu.

Hasil "exit poll" tersebut memproyeksikan bahwa Modi dan sekutunya akan kembali berkuasa dengan hasil antara 282 hingga 313 kursi dari total 543 kursi di parlemen.

"Para rekan partai pekerja Kongres saya yang terkasih. Waktu 24 jam ke depan adalah sangat penting. Tetap waspada dan jangan takut karena Anda memperjuangkan kebenaran," tulis Gandhi dalam akun Twitter miliknya, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Pemilu India: Mesin Elektronik dan Penghitungan Suara Satu Hari

"Jangan kecewa dengan propaganda 'exit poll' palsu. Tetap percaya pada diri Anda sendiri dan Partai Kongres. Kerja keras Anda tidak akan sia-sia," lanjutnya, dikutip AFP.

Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa menyambut hasil "exit poll" pada Senin dengan pasar saham India yang meningkat kuat. Namun hasil "exit poll" di India kerap kali tidak dapat diandalkan.

Pada 2004, hasil "exit poll" yang keluar memperkirakan bahwa Perdana Menteri Atal Vajpayee dari partai BJP yang berkuasa akan dipilih kembali.

Tetapi hasil akhir perhitungan suara menunjukkan sebaliknya, membawa aliansi yang dipimpin Kongres ke kekuasaan di bawah Manmohan Singh.

Dalam pemilu terakhir pada 2014, BJP memenangkan 282 kursi, pertama kalinya sebuah partai memenangkan mayoritas kursi parlemen sendirian dalam 30 tahun.

Partai itu kemudian membangun aliansi dengan total 334 kursi di parlemen.

Penghitungan untuk sekitar 600 juta suara dalam pemilu 2019 ini akan dimulai pukul 08.00 pagi waktu setempat pada Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Menang Telak di Exit Poll, PM India Modi Diprediksi Kembali Terpilih

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.