Kompas.com - 23/05/2019, 12:46 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com – Seorang pria Singapura diganjar hukuman penjara 16 bulan setelah terbukti bersalah mencabuli putri kandungnya.

Pelaku yang tidak disebutkan identitasnya untuk melindungi identitas korban mengaku bersalah atas dakwaan pasal pencabulan terhadap gadis berusia 14 tahun itu.

Fakta persidangan seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (21/5/2019) menyebut pria berusia 52 tahun itu mencabuli putrinya pada Januari dan Maret 2018 di kamar tidur mereka pakai bersama. 

Baca juga: Diam-Diam Punya Istri Kedua, Pria Singapura Dijebloskan ke Penjara

Pencabulan kedua yang terjadi malam hari ketika korban sedang setengah tertidur. Ketakutan, korban pun memutar badannya dengan membelakangi sang ayah. Dia berharap, ayahnya itu berhenti melakukan perbuatan cabul.

Namun bukannya berhenti, pelaku malah semakin menjadi-jadi. Pelaku akhirnya menghentikan perbuatannya ketika korban tidak dapat lagi menahan perbuatan cabul itu.

Mereka kemudian meninggalkan kamar seakan-akan tidak ada yang terjadi.

Korban tidak berani melaporkan peristiwa ini kepada siapa pun, termasuk kepada ibunya karena takut tidak akan ada yang mempercayai peristiwa tersebut.

Sang ibu bekerja sebagai perawat. Pelaku memanfaatkan situasi saat istrinya tidak berada di rumah untuk melakukan perbuatan cabulnya.

Perbuatan bejat pelaku akhirnya terbongkar setelah pihak sekolah korban memperhatikan perubahan perilaku gadis itu yang kesulitan berkonsentrasi di kelas.

Psikolog sekolah berhasil mengajak korban menceritakan apa yang sedang menganggu pikirannya. Dengan cepat pihak sekolah dibantu pegawai dari Kementerian Sosial dan Urusan Keluarga membawa korban untuk melaporkan kejahatan ayahnya ke Kepolisian Singapura.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.