Presiden Sri Lanka Perpanjang Keadaan Darurat Negara selama 30 Hari

Kompas.com - 23/05/2019, 11:24 WIB
Tentara Sri Lanka berjaga di depan gereja St Theresa, Minggu (12/5/2019), saat kembali digelarnya misa, yang pertama setelah insiden serangan bom pada Minggu Paskah bulan lalu. AFP / LAKRUWAN WANNIARACHCHITentara Sri Lanka berjaga di depan gereja St Theresa, Minggu (12/5/2019), saat kembali digelarnya misa, yang pertama setelah insiden serangan bom pada Minggu Paskah bulan lalu.

COLOMBO, KOMPAS.com - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena memperpanjang status keadaan darurat negara hingga satu bulan ke depan.

Keadaan darurat tersebut pertama diberlakukan sesaat setelah insiden serangan bom pada Minggu Paskah, 21 April lalu, yang menewaskan hingga 258 orang.

Dilansir AFP, Presiden Sirisena menyatakan perpanjangan status keadaan darurat, Rabu (23/5/2019), selama 30 hari ke depan dengan menyebut "keamanan publik" sebagai alasannya.

Pernyataan keadaan darurat negara itu memberi kewenangan besar kepada pasukan keamanan untuk mengambil tindakan seperti menangkap atau menahan tersangka tanpa perintah pengadilan.

Sri Lanka awalnya memberlakukan keadaan darurat untuk menindak kelompok ekstremis lokal yang dituding bertanggung jawab atas serangan bom Minggu Paskah yang menargetkan tiga gereja dan tiga hotel.

Baca juga: Pascaserangan Bom, Sri Lanka Larang Warga Kenakan Penutup Wajah

Otoritas keamanan Sri Lanka juga menyatakan telah berhasil menangkap seluruh tersangka pelaku terkait serangan bom Minggu Paskah. Beberapa tersangka juga ditembak mati.

Namun tiga pekan pascaserangan bom, kerusuhan anti-Muslim sempat pecah di sejumlah lokasi di Sri Lanka dan menelan satu korban jiwa.

Aksi kerusuhan juga merusak ratusan toko dan tempat usaha milik warga Muslim Sri Lanka, termasuk beberapa masjid.

Pemerintah sempat memberlakukan jam malam secara nasional dan memblokir akses media sosial untuk menghindari meluasnya aksi kerusuhan.

Presiden Sirisena sebelumnya telah berjanji untuk menghapuskan setiap ancaman teror dari negaranya.

"Dengan pengalaman perang selama lebih dari tiga dekade, kami sekarang dipaksa untuk menghadapi ancaman yang sama sekali berbeda," kata Sirisena dalam upacara peringatan.

"Kami telah dapat menangkap semua orang yang berada di balik serangan Paskah. Beberapa tewas dalam konfrontasi."

"Ini memberi saya kepercayaan diri bahwa kami dapat sepenuhnya menghapuskan ancaman dari terorisme internasional," imbuhnya.

Sri Lanka, negara dengan populasi 21 juta penduduk, mayoritas adalah penganut agama Budha dan umat Muslim mencapai 10 persen.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Bersumpah Hapuskan Ancaman Teror di Negaranya



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X