Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kompas.com - 21/05/2019, 17:36 WIB
Pemimpin Partai Buruh Australia, Bill Shorten (tengah), bersama dengan wakil pemimpin Tanya Plibersek (kiri) dan bendahara bayangan Chris Bowen (kanan) pada peluncuran kampanye pemilihan partai di Sydney pada 19 Juni 2016. (AFP/WILLIAM WEST) WILLIAM WESTPemimpin Partai Buruh Australia, Bill Shorten (tengah), bersama dengan wakil pemimpin Tanya Plibersek (kiri) dan bendahara bayangan Chris Bowen (kanan) pada peluncuran kampanye pemilihan partai di Sydney pada 19 Juni 2016. (AFP/WILLIAM WEST)

CANBERRA, KOMPAS.com - Partai Buruh Australia langsung memasuki masa suksesi kepemimpinan segera setelah Bill Shorten gagal membawa partai itu memenangkan pemilu Australia pada Sabtu lalu.

Bendahara bayangan Chris Bowen akan mencalonkan diri untuk kepemimpinan Partai Buruh, bersaing dengan rekannya Anthony Albanese.

"Anthony Albanese adalah teman saya, dia orang baik dan saya pikir dia akan menjadi pemimpin Partai Buruh yang baik," kata Bowen.

"Dan jika dia memenangkan pemungutan suara, dia tetap akan dapat kesetiaan penuh dan tidak terbagi dari saya, tapi saya pikir partai layak memiliki kontes. Saya pikir partai pantas memiliki pilihan," ujarnya.


Baca juga: Lintasan Meteor Terlihat di Kamera CCTV Polisi Australia

Juru bicara keuangan Jim Chalmers juga mempertimbangkan mencalonkan diri untuk jabatan puncak partai.

Baik Chalmers dan Bowen berada di faksi kanan Partai Buruh serta meninjau perubahan pajak kontroversial yang ditawarkan partai dalam pemilu.

Bowen membela program perubahan franking credit yang ditawarkan partainya, dengan alasan perubahan itu akan memungkinkan Buruh untuk membelanjakan lebih banyak dana pemerintah bagi pendidikan dan kesehatan.

"Mari kita bicara tentang persoalan yang membuat tidak nyaman. Ada yang mengatakan Partai Buruh kalah dalam pemilihan karena program franking credit, yang merupakan kebijakan yang saya rancang," kata Bowen.

"Kami kalah dalam pemilihan ini karena berbagai alasan, beberapa di antaranya mungkin belum kami pastikan," ujarnya.

"Franking credit adalah kebijakan yang kontroversial, yang tanpa diragukan lagi, kami kehilangan beberapa suara, tetapi saya tidak menerima bahwa itu sebabnya kami kalah pemilu secara keseluruhan," imbuhnya.

Bowen kemungkinan menghadapi pertempuran untuk mendapatkan dukungan dari faksi kanan Partai Buruh.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turki 'Sandera' Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Internasional
Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X