Kompas.com - 21/05/2019, 17:24 WIB

MONTOURSVILLE, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kejadian mengejutkan ketika tengah berkampanye di Negara Bagian Pennsylvania.

Para pendukung Trump yang antusias menyambut kampanye sang presiden yang berpidato di Hangar Energy Aviation Montoursville pada Senin malam waktu setempat (20/5/2019).

Dilaporkan New York Post, suasana menjadi sangat panas karena lampu yang dipasang di sekitar lokasi. Suhu saat itu dilaporkan mencapai 80 derajat Fahrenheit.

Baca juga: Ratusan Pengecer Sepatu AS Minta Trump Hentikan Kenaikan Tarif

"Saya tidak tahu siapa yang menyalakan lampunya," kata Trump seraya meminta pendukungnya untuk mematikannya. "Seorang jenius benar-benar menyalakan lampunya," lanjut dia.

Di saat itulah, seorang pendukung presiden 72 tahun itu tiba-tiba pingsan. Trump pun meminta dokter untuk membantu menyadarkan dan merawat pendukung itu.

"Santai saja dokter, santai saja," ujar Trump kepada tim medis. Kemudian 15 menit seorang fans lain tumbang. "Tolong panggil dokter itu ke sini," terang dia.

Baru 20 menit setelah Trump kembali berpidato, ucapannya lagi-lagi harus terpotong karena ada pendukung lain pingsan. Trump pun memyalahkan lampu yang terlalu terang.

"Apakah lampu ini tidak terlalu terang? Saya pikir inilah penyebab banyak orang pingsan. Karena lampu gila ini," terang presiden dari Partai Republik itu.

Total pidato Trump harus terhenti selama tiga kali dengan total lima pendukungnya pingsan. Adapun dua lainnya pingsan ketika putranya, Trump Jr, naik ke panggung.

"Apakah saya sebaik atau seburuk itu?" kelakar Trump Jr ketika melihat satu orang pingsan, dan satu lainnya harus ditandu sebelum Trump Jr naik ke panggung.

Dalam kampanyenya, Trump melontarkan kritik terhadap mantan Wakil Presiden Joe Biden yang mengumumkan niatnya bertarung dalam Pilpres 2020 mendatang.

Trump menyindir Biden yang merupakan kelahiran Scranton, Pennsylvania, namun memutuskan untuk memulai karir politiknya di negara bagian tetangga, Delaware.

"Jangan lupa, Biden mengkhianati kalian teman-teman. Saya pikir dia lahir di Pennsylvania. Namun dia meninggalkan kalian semua," terang Trump dikutip Fox News.

"Dia tidak peduli dengan kalian maupun pekerjaan kalian. Dia membiarkan negara lain masuk dan merusak Amerika. Hal itu tidak akan terjadi lagi," beber Trump kembali.

Baca juga: Ejekan Pembantaian Trump Tak Bakal Akhiri Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.