Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Kompas.com - 21/05/2019, 17:24 WIB
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Indianapolis, Jumat (26/4/2019). AFP / SETH HERALDPresiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Indianapolis, Jumat (26/4/2019).

MONTOURSVILLE, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kejadian mengejutkan ketika tengah berkampanye di Negara Bagian Pennsylvania.

Para pendukung Trump yang antusias menyambut kampanye sang presiden yang berpidato di Hangar Energy Aviation Montoursville pada Senin malam waktu setempat (20/5/2019).

Dilaporkan New York Post, suasana menjadi sangat panas karena lampu yang dipasang di sekitar lokasi. Suhu saat itu dilaporkan mencapai 80 derajat Fahrenheit.

Baca juga: Ratusan Pengecer Sepatu AS Minta Trump Hentikan Kenaikan Tarif


"Saya tidak tahu siapa yang menyalakan lampunya," kata Trump seraya meminta pendukungnya untuk mematikannya. "Seorang jenius benar-benar menyalakan lampunya," lanjut dia.

Di saat itulah, seorang pendukung presiden 72 tahun itu tiba-tiba pingsan. Trump pun meminta dokter untuk membantu menyadarkan dan merawat pendukung itu.

"Santai saja dokter, santai saja," ujar Trump kepada tim medis. Kemudian 15 menit seorang fans lain tumbang. "Tolong panggil dokter itu ke sini," terang dia.

Baru 20 menit setelah Trump kembali berpidato, ucapannya lagi-lagi harus terpotong karena ada pendukung lain pingsan. Trump pun memyalahkan lampu yang terlalu terang.

"Apakah lampu ini tidak terlalu terang? Saya pikir inilah penyebab banyak orang pingsan. Karena lampu gila ini," terang presiden dari Partai Republik itu.

Total pidato Trump harus terhenti selama tiga kali dengan total lima pendukungnya pingsan. Adapun dua lainnya pingsan ketika putranya, Trump Jr, naik ke panggung.

"Apakah saya sebaik atau seburuk itu?" kelakar Trump Jr ketika melihat satu orang pingsan, dan satu lainnya harus ditandu sebelum Trump Jr naik ke panggung.

Dalam kampanyenya, Trump melontarkan kritik terhadap mantan Wakil Presiden Joe Biden yang mengumumkan niatnya bertarung dalam Pilpres 2020 mendatang.

Trump menyindir Biden yang merupakan kelahiran Scranton, Pennsylvania, namun memutuskan untuk memulai karir politiknya di negara bagian tetangga, Delaware.

"Jangan lupa, Biden mengkhianati kalian teman-teman. Saya pikir dia lahir di Pennsylvania. Namun dia meninggalkan kalian semua," terang Trump dikutip Fox News.

"Dia tidak peduli dengan kalian maupun pekerjaan kalian. Dia membiarkan negara lain masuk dan merusak Amerika. Hal itu tidak akan terjadi lagi," beber Trump kembali.

Baca juga: Ejekan Pembantaian Trump Tak Bakal Akhiri Iran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X