Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Dikenai Pasal Terorisme

Kompas.com - 21/05/2019, 13:25 WIB
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. POOL New via Sky NewsBrenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penembakan dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 51 orang telah resmi dikenai pasal terorisme, pada Selasa (21/5/2019).

Sebelumnya, terdakwa telah dikenai dakwaan 51 pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan atas insiden penembakan yang dilakukannya pada 15 Maret lalu di dua masjid di Christchurch.

"Tuduhan itu akan menyebut bahwa tindakan teroris telah terjadi di Christchurch," kata polisi dalam pernyataannya, Selasa (21/5/2019).

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah sejak awal menyebut insiden penembakan yang menargetkan para jemaah salat Jumat di dua masjid itu sebagai serangan teroris.


Baca juga: Tragedi Penembakan Masjid di Christchurch Bakal Diangkat Menjadi Film

Namun dakwaan terorisme baru dikenakan saat ini karena Undang-Undang Penekanan Teroris Selandia Baru baru diperkenalkan pada 2002 dan belum pernah dikenakan sebelumnya oleh pengadilan.

Dilansir AFP, polisi mengatakan, keputusan untuk mengenakan tuduhan teror itu dibuat setelah berkonsultasi dengan jaksa dan ahli hukum pemerintah.

Terdakwa pelaku penembakan di Christchurch bulan lalu diketahui merupakan warga Australia berusia 28 tahun. Terdakwa saat ini ditahan di penjara keamanan tingkat tinggi dan sedang menjalani tes untuk menentukan apakah dia sehat secara mental untuk diadili.

Terdakwa dijadwalkan hadir di pengadilan yang akan digelar pada 14 Juni mendatang.

Polisi menambahkan, telah bertemu dengan para korban selamat dan keluarga korban, Selasa (21/5/2019) untuk memjelaskan tuduhan tambahan yang dikenakan kepada terdakwa.

"Polisi berkomitmen untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk proses pengadilan yang mungkin akan menantang dan emosional bagi keluarga korban maupun para penyintas," ujar polisi.

Baca juga: AS Tolak Dukung PM Selandia Baru yang Ingin Larang Konten Ekstremisme

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X