Kompas.com - 21/05/2019, 09:56 WIB

"Anak-anak sangat rentan terhadap dampak senjata peledak. Pihak-pihak yang bertikai harus melakukan upaya khusus untuk melindungi mereka," tambahnya.

Serangan udara Rusia itu terjadi setelah Moskwa mengatakan, pasukan bersenjata Suriah secara sepihak menghentikan tembakan di zona deeskalasi Idlib mulai 18 Mei, tetapi tembakan para loyalis masih berlanjut.

Baca juga: Gadis Usia 2 Tahun di Suriah Kehilangan Seluruh Keluarganya Akibat Serangan Udara Rusia

Rusia dan sekutu pemberontak Turki menandatangani kesepakatan zona penyangga untuk melindungi wilayah Idlib pada September, tetapi tembakan rezim meningkat di sana sejak HTS mengambil kendali pada Januari.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan menggusur jutaan orang di wilayah Suriah dan luar negeri sejak Maret 2011 dengan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.