Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 10 Warga Sipil

Kompas.com - 21/05/2019, 09:56 WIB
Seorang warga melihat reruntuhan bangunan dan kendaraan yang hancur akibat serangan udara Rusia di kota Kafranbel pada 20 Mei 2019. AFP / OMAR HAJ KADOURSeorang warga melihat reruntuhan bangunan dan kendaraan yang hancur akibat serangan udara Rusia di kota Kafranbel pada 20 Mei 2019.

KAFRANBEL, KOMPAS.com - Sebuah serangan udara dilancarkan oleh sekutu rezim Suriah, Rusia ke wilayah di provinsi Idlib, yang diyakini sebagai benteng kelompok militan di barat laut.

Namun serangan yang dilancarkan pada Senin (20/5/2019), beberapa jam setelah Moskwa mengumumkan gencatan senjata itu justru menewaskan sejumlah warga sipil.

Militer Rusia mengatakan serangan udara yang dilancarkan ke kota Kafranbel datang setelah Moskwa menyebut wilayah sasaran sebagai tempat peluncuran roket utama yang menyasar pangkalan udara Hmeimim, beberapa waktu lalu.

Bekas afiliasi Al-Qaeda di Suriah, yakni Hayat Tahrir al-Sham (HTS), diketahui telah mengendalikan sebagian besar provinsi Idlib, serta sebagian provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia yang berdekatan.

Baca juga: Suriah Klaim Tembak Jatuh Proyektil yang Ditembakkan dari Israel

Kubu ekstremis seharusnya dilindungi dari serangan pemerintah melalui kesepakatan zona penyangga yang ditandatangani pada September lalu, tetapi serangan pasukan rezim dan pemboman oleh sekutunya, Rusia telah meningkat di sana sejak akhir April.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, serangan udara Rusia pada Senin malam telah menewaskan lima anak, empat wanita, dan seorang pria di Kafranbel.

"Serangan menghantam dekat sebuah rumah sakit di kota itu, membuatnya tidak berfungsi," kata monitor yang berbasis di Inggris itu dikutip AFP.

Koresponden AFP menyaksikan setidaknya lima rumah di pinggiran kota telah hancur atau rusak pascaserangan.

Organisasi Save the Children mengatakan, sebanyak 38 anak telah tewas dalam penembakan di Suriah barat laut sejak 1 April, termasuk sembilan anak yang tertembak di sekolah, tujuh di pasar, dan satu di rumah sakit.

"Sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil penting lainnya seharusnya dilindungi dari serangan," kata direktur badan amal Suriah, Sonia Khush.

"Anak-anak sangat rentan terhadap dampak senjata peledak. Pihak-pihak yang bertikai harus melakukan upaya khusus untuk melindungi mereka," tambahnya.

Serangan udara Rusia itu terjadi setelah Moskwa mengatakan, pasukan bersenjata Suriah secara sepihak menghentikan tembakan di zona deeskalasi Idlib mulai 18 Mei, tetapi tembakan para loyalis masih berlanjut.

Baca juga: Gadis Usia 2 Tahun di Suriah Kehilangan Seluruh Keluarganya Akibat Serangan Udara Rusia

Rusia dan sekutu pemberontak Turki menandatangani kesepakatan zona penyangga untuk melindungi wilayah Idlib pada September, tetapi tembakan rezim meningkat di sana sejak HTS mengambil kendali pada Januari.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan menggusur jutaan orang di wilayah Suriah dan luar negeri sejak Maret 2011 dengan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X