Kompas.com - 20/05/2019, 21:48 WIB
Lingkaran merah menunjukkan tiga orang pria yang ditangkap polisi setelah bercanda soal bom di kereta bawah tanah di China pekan lalu. News.stnn.cc via South China Morning PostLingkaran merah menunjukkan tiga orang pria yang ditangkap polisi setelah bercanda soal bom di kereta bawah tanah di China pekan lalu.

SHENZHEN, KOMPAS.com - Tiga orang pria dilaporkan diciduk polisi di kawasan selatan China karena membuat prank (candaan) tentang bom yang membuat kepanikan massal.

Rekaman CCTV memperlihatkan kejadian yang berlangsung di kereta bawah tanah kota Shenzhen pada Jumat pekan lalu (17/5/2019) itu terjadi ketika dua dari tiga pelaku berlari sambil berteriak.

Baca juga: Seusai Bercanda soal Sakit Jantung, Komedian Meninggal di Atas Panggung

"Turun! Hati-hati terhadap ranjau!" demikian teriakan dari dua pemuda itu, demikian keterangan polisi kota sebagaimana diberitakan SCMP Senin (20/5/2019).

Polisi kota yang berbatasan dengan Hong Kong itu melanjutkan, para pelaku menyuruh penumpang turun di stasiun berikutnya yang saat itu tengah menjalani inspeksi.

Otoritas menyatakan dua pria, satu diidentifikasi bermarga Xiang (24) dan Wu (20), ditangkap karena sudah membuat kegaduhan dan kepanikan di tempat umum.

Kedua orang itu mengaku mereka sengaja melakukan aksi bercanda itu supaya dikenal di dunia maya. Adapun pelaku ketiga yang tak disebutkan identitasnya ditangkap keesokan harinya.

Meski tidak penumpang yang terluka dengan kereta masih beroperasi normal, polisi menegaskan mereka serius memproses kejadian itu dan menahan ketiganya.

Tidak dijelaskan berapa lama mereka bakal meringkuk di tahanan. Kejadian itu muncul di tengah antisipasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh pihak keamanan.

Sebab, mereka bakal merayakan sejumlah peringatan penting. Antara lain 30 tahun peringatan insiden berdarah di Lapangan Tiananmen, serta 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Biro Keamanan Publik Shenzhen kemudian merilis peringatan agar prank seperti itu tak terjadi lagi karena kereta bawah tanah merupakan transportasi penting.

"Para penegak keamanan bakal memberikan hukuman dengan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku jika ditemukan adanya tindak mengganggu," tegas biro.

Mereka juga meminta kepada setiap penumpang untuk tidak panik dan langsung berlarian jika mereka berada dalam situasi yang mencekam.

Baca juga: Bercanda Berlebihan Saat Naik Motor Bisa Dipidana, Bisik-bisik Tak Apa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.