Kapal Perang AS Berlayar ke Laut China Selatan, China Minta Provokasinya Dihentikan

Kompas.com - 20/05/2019, 20:22 WIB
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018) Kementrian Pertahanan RRCPresiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018)

BEIJING, KOMPAS.com - China melalui kementerian luar negerinya merespon pernyataan militer Amerika Serikat ( AS) bahwa mereka menerjunkan kapal perang ke Laut China Selatan.

"Kami dengan tegas mendesak AS untuk menghentikan segala provokasi," kata juru bicara Lu Kang dalam konferensi pers dikutip Reuters via Straits Times Senin (20/5/2019).

Baca juga: Ada Ratusan Kapal China di Wilayah Sengketa Laut China Selatan, Filipina Protes

Sebelumnya, Armada Ketujuh AS menyatakan kapal perusak USS Preble melakoni operasi dengan berlayar hingga 12 mil laut di dekat Karang Scarborough.


"Operasi itu merupakan tantangan segala bentuk klaim dan memastikan akses perairan sesuai dengan peraturan internasional," kata juru bicara Komandan Clay Doss.

Laut China Selatan merupakan kawasan yang menjadi salah satu sumber ketegangan antara AS dan China selain perang dagang, Taiwan, serta sanksi.

Masuknya kapal perusak kelas Arleigh Burke itu merupakan operasi kedua yang dilakukan Angkatan Laut AS di Laut China Selatan dalam satu bulan terakhir.

Sejak lama, Washington menggelar operasi di seluruh dunia. Tak hanya di area lawan, mereka juga melakoni operasi di kawasan sekutu dan terpisah dari politik.

Pelayaran itu merupakan bentuk upaya AS untuk menangkal klaim Beijing atas perairan yang juga diperebutkan oleh Jepang dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Filipina itu.

China mengklaim hampir seluruh perairan strategis itu, dan berulang kali menyalahkan AS maupun sekutunya karena mengerahkan kapal perangnya di daerah yang mereka duduki.

Washington menuduh China melakukan militerisasi di Laut China Selatan dengan membangun fasilitas militer di kawasan karang maupun pulau buatan.

China membela diri dengan berujar pembangunan itu merupakan cara mempertahankan diri, dan mengatakan AS-lah yang memanaskan situasi dengan mengirim militer ke sana.

April lalu, panglima AL China menyatakan operasi kebebasan navigasi AS seharusnya tidak boleh digunakan untuk mengancam kedaulatan negara lain.

Baca juga: Pesawat Pengebom B-52 AS Terbang di Laut China Selatan 2 Kali dalam 10 Hari Terakhir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X