Pemilu Maraton India Rampung, Ketegangan Jelang Perhitungan Suara Dimulai

Kompas.com - 20/05/2019, 11:28 WIB
Kepala Menteri Bengal Barat Mamata Banerjee berjalan dengan para pendukungnya saat mengambil bagian dalam aksi protes setelah patung Ishwar Chandra Vidyasagar rusak dalam bentrokan antara pendukung partainya Kongres Trinamoo dan Bharatiya Janata Party (BJP), di Kolkata, India, 15 Mei 2019. (REUTERS/Rupak De Chowdhur)RUPAK DE CHOWDHURI Kepala Menteri Bengal Barat Mamata Banerjee berjalan dengan para pendukungnya saat mengambil bagian dalam aksi protes setelah patung Ishwar Chandra Vidyasagar rusak dalam bentrokan antara pendukung partainya Kongres Trinamoo dan Bharatiya Janata Party (BJP), di Kolkata, India, 15 Mei 2019. (REUTERS/Rupak De Chowdhur)

NEW DELHI, KOMPAS.com - India baru saja menyelesaikan pemilihan umum maraton yang diyakini paling sengit dalam beberapa dekade.

Pemungutan suara yang berakhir pada Minggu (19/5/2019) akan memutuskan apakah Perdana Menteri Narendra Modi akan meraih jabatan periode kedua.

Melansir dari kantor berita AFP, beberapa jajak pendapat awal yang dirilis oleh media India menyebutkan, Partai sayap kanan milik Modi, Partai Bharatiya Janata (BJP) akan kehilangan kursi.

Meski demikian, koalisinya masih akan mengamankan suara mayoritas dari 542 kursi yang diperebutkan.

Baca juga: Pegangan Sepeda Motor Ada Dalam Rahim Perempuan di India Selama 2 Tahun

Sementara partai oposisi Kongres diperkirakan akan menggandakan perolehan semenjak 2014 dari 42 kursi. Sebagai catatan, jajak pendapat di India tidak dapat diandalkan karena menambah kegelisahan politik.

BJP dan para pesaingnya saling meuduh satu sama lain telah menggunakan kekerasan, penipuan, dan intimidasi dalam pemilu kali ini.

Bahkan sebuah bom dilemparkan ke salah satu tempat pemungutan suara di Kolkata.

Di negara bagian Madhya Pradesh, seorang staf BJP diduga ditembak mati oleh pejabat Kongres di distrik Indore sebelum pemilu ditutup.

Oposisi yang dipimpin Kongres dan diketuai oleh Rahul Gandhi menuding Modi mengejar kebijakan yang memecah belah, mengabaikan ekonomi, dan menyebabkan petani berada dalam kehancuran.

Modi dan Gandhi saling menghina setiap hari. PM Modi menyebut saingannya sebagai "orang bodoh", sementara Gandhi mencemooh Modi sebagai "pencuri".

Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA) Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA)
Penantian menegangkan

Sekitar 65 persen dari 900 juta pemilih di India selama enam pekan mengunjungi TPS. Sementara masih ada tiga hari ke depan yang menegangkan sampai penghitungan resmi dimulai.

Jajak pendapat setelah putaran final menyebutkan, BJP dan koalisinya bakal mendapat perolehan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan baru.

Juru bicara Kongres Sanjay Jha menolak prediksi tersebut. Dia mengklaim partainya akan mengalahkan BJP ketika suara dihitung pada 23 Mei mendatang.

"Banyak lembaga survei, jika tidak semua lembaga survei melakukan kesalahan," katanya, seperti dikutip dari Reuters.

Kepala Menteri Negara Bagian Bengal Barat Mamata Banerjee mengatakan pertarungan belum berakhir.

Baca juga: Remaja 14 Tahun di India Diperkosa 3 Pria Setelah Dijual Keluarganya Rp 30 Juta

"Saya tidak percaya dengan gosip jajak pendapat," kicaunya di Twitter.

"Saya mengimbau semua partai oposisi untuk bersatu, kuat, dan berani. Kami akan bertarung bersama," imbuhnya.

Seperti diketahui, pemilu India dimulai pada 11 April lalu dan berakhir pada Minggu (19/5/2019) menjadi praktik demokrasi terbesar di dunia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X