Baru Dibebaskan, Mantan Pemimpin Gerilya Kolombia Langsung Kembali Ditahan

Kompas.com - 18/05/2019, 16:20 WIB
Mantan pemimpin gerilya sayap kiri Kolombia, Jesus Santrich, dikawal ketat oleh petugas saat dibebaskan dari Penjara La Picota di Bogota, Jumat (17/5/2019).AFP / JUAN BARRETO Mantan pemimpin gerilya sayap kiri Kolombia, Jesus Santrich, dikawal ketat oleh petugas saat dibebaskan dari Penjara La Picota di Bogota, Jumat (17/5/2019).

BOGOTA, KOMPAS.com - Mantan pemimpin gerilya sayap kiri Kolombia, Jesus Santrich, ditangkap sesaat setelah dirinya dibebaskan dari penjara di Bogota, Kolombia, Jumat (17/5/2019).

Santrich, yang bernama asli Seuxis Paucias Hernandez, dicari oleh Amerika Serikat karena terlibat perdagangan narkoba.

Mantan pemimpin pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) itu dibebaskan dari Penjara La Picota atas perintah pengadilan perdamaian khusus, yang ditugaskan untuk menilai kejahatan yang dilakukan selama setengah abad konflik bersenjata Kolombia.

Yurisdiksi Khusus untuk Perdamaian (JEP) memerintahkan pembebasan pria 52 tahun itu untuk mematuhi "jaminan non-ekstradisi" yang menjadi bagian dari perjanjian damai 2016.


Perjanjian damai tersebut mengakhiri pemberontakan selama 50 tahun FARC dan mengubah status kelompok pemberontak menjadi partai politik komunis.

Baca juga: Setelah Ditahan Selama 500 Hari, 2 Jurnalis Reuters Dibebaskan Myanmar

Namun begitu dibebaskan, Santrich langsung kembali ditangkap untuk kasus keterlibatannya dalam perdagangan narkoba.

"Santrich baru saja ditangkap kembali di pintu gerbang penjara tempat dia dibebaskan," kata partai politik FARC melalui akun Twitter-nya.

Santrich, yang mengalami kebutaan, meninggalkan penjara La Picota di selatan Bogota dengan menggunakan kursi roda di bawah pengawalan ketat petugas.

Tetapi dia segera ditahan kembali oleh jaksa penuntut umum sebelum dibawa pergi menggunakan helikopter polisi ke tujuan yang tidak diketahui.

Menurut sumber yang dekat dengan Santrich, dia dibawa ke markas kejaksaan di Bogota.

Dalam sebuah pernyataan, kantor jaksa penuntut umum mengatakan bahwa mereka bertindak atas surat perintah penangkapan terkait dengan penyelidikan kasus perdagangan narkoba.

Santrich dicari setelah diduga berperan dalam perdagangan 10 ton kokain ke AS antara Juni 2017 hingga April 2018, setelah perjanjian perdamaian ditandatangani pada Desember 2016.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa mantan gerilyawan pemberontak yang melakukan tindak kejahatan setelah perjanjian ditandatangani maka akan diadili di pengadilan normal dan akan kehilangan manfaat yang didapat dari perjanjian tersebut, termasuk larangan ekstradisi.

Baca juga: Pilot Jet Tempur India yang Dibebaskan Pakistan Disambut bak Pahlawan

Washington, melalui kedutaan besarnya di Bogota, menyatakan sangat menentang pembebasan Santrich dan menuntut agar dilakukan banding atas perintah pembebasan itu.

FARC yang awalnya merupakan kelompok pemberontak Kolombia, kemudian menjadi partai politik Pasukan Revolusioner Alternatif Umum, telah mengecam tuduhan yang ditujukan kepada Santrich dan menyebutnya "rekayasa peradilan".

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X