Jual Informasi Rahasia ke China, Mantan Petinggi CIA Dihukum 20 Tahun Penjara

Kompas.com - 18/05/2019, 10:41 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi keputusan persidangan.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang mantan pejabat badan intelijen AS dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas kasus mata-mata dan menjual informasi rahasia kepada China.

Kevin Mallory (62), mantan perwira CIA, dinyatakan bersalah pada Jumat (17/5/2019), berdasarkan Undang-Undang Spionase karena menjual "informasi pertahanan" AS yang dirahasiakan kepada agen intelijen China.

Mallory disebut telah menjual informasi intelijen itu senilai 25.000 dollar AS (sekitar Rp 360 juta) saat melakukan perjalanan ke Shanghai pada Maret dan April 2017.

"Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan informasi, sementara tujuan saya adalah untuk mendapat bayaran," kata Mallory dalam sebuah pesan kepada agen China, pada 5 Mei 2017, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Pompeo: CIA Latih Agen untuk Berbohong, Menipu, dan Mencuri

Mallory yang fasih berbahasa Mandarin itu pernah bertugas sebagai tentara AS, sebelum kemudian menjadi petugas keamanan Departemen Luar Negeri dan direkrut untuk menjadi perwira kasus rahasia di CIA.

Dia juga disebut sebagai salah satu dari beberapa pejabat AS dengan izin keamanan tingkat tinggi yang ditangkap dan didakwa atas transaksi tanpa persetujuan dengan intelijen China.

Selain Mallory, sejumlah mantan pejabat intelijen AS juga telah didakwa bersalah dalam kasus spionase untuk negara asing.

Mantan pejabat Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Ron Hansen menghadapi 15 tahun penjara setelah mengaku bersalah pada bulan Maret lalu atas tuduhan berusaha menjual informasi rahasia kepada China.

Pada bulan April, seorang mantan diplomat, Candace Marie Claiborne, mengaku bersalah telah berbohong kepada penyelidik tentang uang yang diterimanya dari agen intelijen China dengan imbalan dokumen AS.

Dan dalam kasus yang paling signifikan, pada 1 Mei, mantan perwira CIA Jerry Chun Shing Lee mengaku bersalah memata-matai untuk China.

Lee (54) menghadapi ancaman hukuman seumur hidup. Ditangkap pada Januari 2018, ia dicurigai memberikan informasi yang dibutuhkan Beijing untuk menjatuhkan jaringan informan CIA di China antara 2010 dan 2012.

Baca juga: CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

"Kasus ini adalah salah satu tren yang mengkhawatirkan dari mantan perwira intelijen AS yang menjadi sasaran China dan mengkhianati negara serta rekan-rekan mereka," kata Asisten Jaksa Agung John Demers tentang kasus Mallory.

"Hukuman ini, bersama dengan pengakuan bersalah baru-baru ini dari Ron Hansen di Utah dan Jerry Lee di Virginia, menyampaikan pesan tegas bahwa mantan perwira intelijen kami tidak memiliki masalah berbisnis dengan China atau dinas intelijen asing lainnya yang bermusuhan," imbuhnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Close Ads X