Jepang Larang Penerbangan "Drone" di Arena Olimpiade dan Fasilitas Militer AS

Kompas.com - 17/05/2019, 21:45 WIB
Ilustrasi drone. SHUTTERSTOCKIlustrasi drone.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang, pada Jumat (17/5/2019), menerbitkan undang-undang yang melarang penggunaan perangkat  drone di atas arena Olimpiade Tokyo 2020 dan fasilitas militer AS.

Larangan menerbangkan pesawat nirawak tersebut dikatakan bertujuan untuk mencegah terjadinya serangan teror.

Di bawah undang-undang baru itu, menerbangkan drone akan menjadi terlarang di atas situs Olimpiade 2020 serta arena Piala Dunia Rugby yang akan dimulai September mendatang.

Menerbangkan perangkat drone juga akan dilarang untuk dilakukan di atas fasilitas milik Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF).

Peraturan baru tersebut sebagai perluasan atas undang-undang yang telah berlaku saat ini, yang melarang penerbangan drone di atas fasilitas-fasilitas utama seperti Kantor Perdana Menteri dan Istana Kekaisaran.

Baca juga: Pilot Lapor Melihat Drone, Bandara Frankfurt Ditutup 1 Jam

Penggunaan drone di daerah padat penduduk juga dilarang, tetapi seorang turis asing telah mendapat peringatan dari polisi pada pekan lalu setelah dia menerbangkan perangkat itu di atas persimpangan yang terkenal di Shibuya.

Sejumlah laporan warga juga mengatakan bahwa mereka melihat benda terbang seperti drone di dekat Istana Kekaisaran menjelang penampilan publik pertama kaisar baru Jepang.

Diskusi publik yang lebih luas terkait penggunaan perangkat drone juga telah diharapkan setelah seorang pria Jepang ditangkap pada 2015 karena mendaratkan drone yang membawa muatan sebotol pasir radioaktif dari Fukushima ke atas kantor Perdana Menteri Shinzo Abe.

Jejak radiasi telah terdeteksi di atap gedung kantor perdana menteri, namun disebut terlalu rendah untuk menjadi risiko bagi kesehatan manusia.

Pengadilan Distrik Tokyo telah menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap pria pelaku penerbangan drone, namun hukuman ditangguhkan selama empat tahun.

Menyusul kasus tersebut, pemerintah Jepang memberlakukan peraturan yang lebih ketat untuk menerbangkan perangkat pesawat tak berawak di wilayah perkotaan dan padat penduduk, serta di sekitar bandara.

Baca juga: Misil dan Drone Buatan China Disebut Dipakai dalam Konflik di Libya



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X