Rekaman CCTV Perlihatkan Pesawat Aeroflot Memantul Saat Mendarat Sebelum Terbakar

Kompas.com - 17/05/2019, 17:56 WIB
Potongan video dari akun Instagram Mikhail Norenko memperlihatkan pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar tak lama setelah mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia, Minggu (5/5/2019). Insiden mengakibatkan 41 orang tewas, termasuk 2 anak dan seorang awak kabin. AFP/INSTAGRAM/HOPotongan video dari akun Instagram Mikhail Norenko memperlihatkan pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar tak lama setelah mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia, Minggu (5/5/2019). Insiden mengakibatkan 41 orang tewas, termasuk 2 anak dan seorang awak kabin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebuah rekaman kamera pengawas memperlihatkan apa yang terjadi dengan pesawat maskapai Rusia Aeroflot sebelum terbakar ketika mendarat darurat.

Rekaman CCTV dari Bandara Sheremetyevo, Moskwa, memperlihatkan pesawat jenis Sukhoi Superjet-100 itu mendarat pada 5 Maret lalu tak lama setelah lepas landas.

Baca juga: Kesaksian Penumpang Aeroflot: Tuhan Bakal Mengadili Mereka yang Pilih Ambil Tas

Pesawat itu lepas landas selama 28 menit menuju Murmansk ketika petir dilaporkan menyambar dan membuat pilot harus memutar balik ke Bandara Sheremetyevo.


Diwartakan Sky News Kamis (16/5/2019), pesawat yang mengangkut 78 penumpang dan kru kabin itu turun dengan kecepatan tinggi saat berada di landasan pacu.

Pesawat dengan nomor penerbangan SU1492 itu mendarat dengan aneh di landasan pacu dan sempat melompat-lompat setidaknya empat kali sebelum meluncur.

Beberapa saat setelah memantul itulah, pesawat tersebut terbakar. Sejumlah penumpang kemudian menyelamatkan diri dengan meloncati seluncur yang berada di pintu masuk.

Namun dari 78 orang yang berada di pesawat, hanya 37 orang saja dilaporkan selamat. Sementara sisanya, yakni 41 orang penumpang dan awak kabin, dinyatakan tewas.

Kepada media Rusia dikutip The Independent, anggota dari awak kabin mengungkapkan pesawat mereka tersambar petir dan membuat komunikasi mereka terputus.

Sementara pilot Denis Evdokimov menuturkan dia sempat melihat kilatan yang disertai dengan bunyi keras dan membuatnya memutuskan kembali ke bandara.

"Api langsung menjalar begitu kami mendarat," ujar Evdokimov. Penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap apakah terdapat kesalahan pada pilotnya.

Sebabnya, dia dianggap lalai karena memutuskan tetap terbang meski cuaca buruk maupun mendarat dalam keadaan bahan bakar penuh tanpa membuangnya lebih dahulu.

Berdasarkan pemberitaan harian Kommersant, investigasi itu akan fokus kepada Evdokimov dan rekannya apakah melakukan manuver berbahaya, dan membuat 41 orang tewas.

Baca juga: Sebuah Video Ungkap Detik-detik Pesawat Aeroflot Terbakar Begitu Mendarat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X