Hari Ini dalam Sejarah: Kapal Berbahan Papirus Arungi Atlantik Menuju Amerika

Kompas.com - 17/05/2019, 16:38 WIB
Kapal Ra II dari papirus BritannicaKapal Ra II dari papirus

KOMPAS.com - Rasa ingin tahu merupakan alasan utama manusia bertualang. Berbagai cara juga dilakukan manusia dalam bertualang, baik itu menempuh perjalanan darat serta menjelajahi lautan.

Seorang etnolog asal Norwegia, Thor Heyerdahl, mengarungi lautan menggunakan kapal layar berbahan tanaman papirus. Ide gila ini dilakukannya pada 49 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Mei 1970.

Dilansir dari History, Heyerdahl menggunakan kapal yang didesain sesuai dengan model kapal layar Mesir kuno yang diberi nama Ra II. Kapal ini berangkat dari Maroko melewati Samudra Atlantik menuju Amerika Tengah dan Selatan.

Dia ingin membuktikan kepada dunia mengenai kebudayaan yang ada di Amerika Tengah dan Selatan merupakan akulturasi dari budaya Mediterania. Selain itu, dia juga ingin membuktikan bahwa orang Mesir kuno adalah yang pertama berlayar ke Amerika.

Kapal Ra II melintasi 6.437 kilometer dan sampai ke Kepulauan Bardabos (perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik) selama 57 hari.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Senapan Mesin Pertama di Dunia Dipatenkan

Awal perjalanan

Thor Heyerdahl lahir pada 6 November 1914 di Larvik, Norwegia. Awalnya dia mempelajari mengenai dunia hewan dan geografi di Universitas Oslo. Namun, setelah lulus ia menginginkan fokus petualangan.

Pada 1936, ia bepergian dengan istrinya ke Kepulauan Marquesas, Polinesia untuk mempelajari flora dan fauna di kepulauan Pasifik yang terpencil.

Ia menjadi terpesona dengan flora dan fauna di tempat tersebut. Muncul banyak pertanyaan terhadap perjalan, ini yakni mengenai pembentukan Polinesia dan orang yang mendiaminya. Pendapat waktu itu baru sebatas orang-orang pelaut kuno di Asia Tenggara mendiami Polinesia.

Namun, karena angin dan arus di Pasifik umumnya berjalan dari timur ke barat dan karena tanaman Amerika Selatan seperti ubi jalar telah ditemukan di Polinesia, Heyerdahl menduga bahwa beberapa orang Polinesia mungkin berasal dari Amerika Selatan.

Kapal R a II di Museum Kon-Tiki, Oslo Norwegia
wired Kapal R a II di Museum Kon-Tiki, Oslo Norwegia

Untuk menguji teorinya ini, ia menuju Amerika Selatan dan mambuat kapal dari kayu balsa Ekuador. Kapal ini diberinama Kon-Tiki dan memulai perjalanan dari Callao, Peru pada April 1947.

Kapal itu melintasi 8.046 kilometer dan tiba di Polinesia setelah 101 hari perjalanan. Hasil dari penelitan itu akhirnya dibukukan dengan judul Kon-Tiki. Ada juga film dokumenter dengan nama yang sama.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber History
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X