Trump Batalkan Anggran Rp 13 Triliun untuk Kereta Cepat California

Kompas.com - 17/05/2019, 10:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membatalkan proyek kereta cepat di California senilai hampir 1 miliar dollar AS.

Dengan begitu, belum diketahui nasib masa depan rencana ambisius membangun kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Los Angeles dan San Francisco.

Secara rinci, pemerintahan Trump membatalkan anggaran senilai 929 juta dollar AS atau Rp 13,4 triliun untuk proyek tersebut.

Baca juga: Bunga Liar Bermekaran di California, Terlihat Indah dari Foto Satelit


Laporan VOA News, Kamis (16/5/2019), Badan Kereta Federal tidak akan memberi California uang untuk proyek kereta cepat.

Reuters mencatat, pembatalan itu karena negara bagian berulang kali gagal mematuhi dan membuat kemajuan yang wajar pada proyek.

Kebijakan ini diputuskan beberapa bulan setelah Trump dan Gubernur California Gavis Newsom berselisih.

Pemeritah federal juga berupaya untuk memaksa California mengembalikan uang 2,5 miliar atau Rp 36 triliun yang telah dihabiskan.

Trump menilai pernyataan Newsom pada Februari lalu mngindikasika proyek yang direncanakan akan memakan biaya terlalu banyak dan pembangunannya lama.

Newsom telah mengalihkan fokus langsung proyek ke garis 171 mil di Central Valley, tetapi dia masih berkomitmen untuk membangun jalur secara penuh.

"Ini adalah uang California, diambil alih oleh Kongres, dan kami akan dengan kuat mempertahankannya di pengadilan," ucapnya.

Awalnya, proyek itu disetujui pada 2008 denga biaya dari dana obligasi untuk proyek senilai 10 miliar dollar AS.

Baca juga: Dianggap Gagal Total, Gubernur California Moratorium Hukuman Mati

Sekarang proyek tersebut diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 77 miliar dollar AS atau Rp 1.114 triliun. Kereta cepat itu ditargetkan selesai pada 2033.

Negara bagian terbesar AS tersebut telah berulang kali menggugat pemerintahan Trump.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X